Recent Updates RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • mang kumlod 10:33 am on 26 November 2009 Permalink | Balas
    Tags: GKJ, Hamlet, Shakespeare   

    Hamleto 

    “The Tragedy of Hamlet, Prince of Denmark, or more simply Hamlet, is a tragedy by William Shakespeare, believed to have been written between 1599 and 1601. The play, set in Denmark, recounts how Prince Hamlet exacts revenge on his uncle Claudius, who has murdered Hamlet’s father, the King, and then taken the throne and married Gertrude, Hamlet’s mother. The play vividly charts the course of real and feigned madness—from overwhelming grief to seething rage—and explores themes of treachery, revenge, incest, and moral corruption,” begitulah kata Neng Wiki.

    Kisah yang memilukan ini, diangkat sama Mr Kapoor sebagai Director dalam teater drama Hamlet yang digelar dalam rangkaian acara Festival Budaya India di Gedung Kesenian Jakarta. Ini adalah pentas pertama tim Mr Kapoor di luar India.

    Menggunakan Bahasa Inggris berlogat India, agak susah untuk didengar, logatnya ga biasa saya dengar dan cepat. Kalau ngomongnya dengan kecepatan sedang sih, masih bisa kedenger. Ada satu pemerannya yang Bahasa Inggrisnya lumayan bisa berdamai dengan telinga saya, yakni pemeran Hamlet-nya. Dari mulut dia lah saya masih bisa mengikuti ceritanya.

    Kisah tragis Hamlet ini dibawakan dengan kocak di panggung GKJ. Acting yang memukau dari enam pemain India mendapatkan standing ovation saat pentas berakhir. Salut sama sang Director yang bisa mengonversi kisah tragis Hamlet yang ditulis oleh Shakespeare menjadi sebuah komedi. Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukannya di mana Director lain membawakan kisah Hamlet ini dengan kesedihan yang mendalam. Semakin sedih maka semakin sukses lah sang Director.

    Seluruh kursi di GKJ terisi penuh, bahkan panitia harus mengeluarkan ekstra kursi bagi para penontonnya yang kebanyakan India, bule dan tentunya orang lokal. Acha-acha… :P . Di sana juga ketemu sama Mba Lia juga yang suka jualin tiket kalau ada acara di GKJ. Tapi nomor hapenya udah lenyap bersama henpon saya yang hilang *hiks*.

    Yang menarik di acara ini adalah sambutan. Ternyata orang India ga banci ngomong, sambutannya singkat dan padat macem orang Jepang. Atau mungkin sebenernya panjang tapi karena ngomongnya cepet jadi singkat… :P .

    Dan yang kurang dari acara ini adalah beberapa kelucuannya bertema seks. Seks pasti bikin orang mudah ketawa. Director yang hebat adalah bisa menyajikan kelucuan di luar seks. Kalau Anda penggemar sitkom OB, nah ga pernah kan komedinya bertema seks? Itu karena Director OB-nya ga suka tema komedi seks yang umum dibawakan para komedian. Namun demikian, pada teater Hamlet ini, komedi di luar tema seksnya mendominasi. Jadi sayang aja kenapa harus disisipin komedi seksnya, padahal tanpa tema seks, penonton udah ngakak.

     
    • yoan 1:07 pm on 26 November 2009 Permalink | Balas

      dicontohin dong komedi seks-nya itu yang gimana…
      :ngacir:

      mang kumlod:
      Eh malah ngacir, padahal gw mau ngasih contoh… :P

    • nengthree 11:16 pm on 26 November 2009 Permalink | Balas

      Inpo beginian teh kasi tau atuh.
      Biar gw juga bisa nongton..
      Menarik sepertinyah..
      Ada duit?pasti dikejar..
      Ga ada duit?
      Tunggu review disinih..
      Eh emang contoh komedi seksnya gmana?
      Hahaha..
      *mewakili yoan balik lagih..

      mang kumlod:
      Beneran mau? Engke diwartosan lah…

    • nengthree 4:16 pm on 30 November 2009 Permalink | Balas

      Beneran..
      Ga mahal2 kan?
      Atau freepass?
      Hahaha

      mang kumlod:
      Asal punya kenalan di sana sih pastinya gratis neng…

    • vizon 1:21 pm on 1 Desember 2009 Permalink | Balas

      hmmm… kedengarannya menarik… :D
      komedi non seks? yups, saya setuju dengan itu. serial OB memang sitkom yang saya suka (sayang udah gak tayang ya?), salah satu alasannya itu ya karena kecerdasan penggarapannya, termasuk tidak adanya komedi seks…

    • nengthree 8:07 pm on 1 Desember 2009 Permalink | Balas

      Nah itu dia..
      Kenalan gw mah cuman elu hihi..
      Payah!

    • maharania 1:05 pm on 4 Desember 2009 Permalink | Balas

      oh, yg india itu maksudnya lagi ntn drama hamlet ini toh :p

  • mang kumlod 6:57 pm on 17 November 2009 Permalink | Balas  

    Tanahku Negeriku, Indonesiaku? 

    Pernah pas ngobrol sama seorang temen mengenai politik dan kondisi carut marut negeri ini, dia bilang, “Udah ah, males bahas gituan.” Awalnya saya fikir temenku ini rada aneh. Tapi lama-lama saya yang ketularan. Ga peduli alias apatis sama dongeng klasik negeri ini yang dari waktu ke waktu tetap saja carut-marut.

    Pas acara ulang taun Kompasiana dan Pesta blogger lalu, Pandji nyanyiin lagu rap nasionalis gitu. Tetep aja saya apatis.

    Tanah tempat saya lahir, Bandung, kemudian tempat saya tumbuh, Cianjur, lalu tempat saya kuliah, Bogor dan tempat saya bekerja, Jakarta, dulu….. bukan di bawah pemerintah Indonesia. Tanah-tanah tersebut sebelumnya diperintah oleh Jepang, Inggris, Portugis, Belanda, Kerajaan Banten, Kerajaan Padjadjaran, Kerajaan Sunda dan Galuh… terusss sampai saya juga ga tau dulu siapa yang memerintah di sini. Yang pasti ga pernah diperintah sama Majapahit.

    Ratusan taun lalu, di tanah ini (Bandung, Cianjur, Bogor, Jakarta) ada Prabu Siliwangi, kemudian Fatahillah, kemudian Walangsungsang (di Cirebon sih), dan gatau siapa lagi secara saya bukan ahli sejarah. Yang pasti dulu tuh tanah ini bukan Indonesia. Baru dinamain Indonesia ketika kerajaan-kerajaan dan penguasa di kepulauan (yg sekarang di sebut Indonesia ini) bertekad untuk bersatu bikin sebuah negara kesatuan yang diberi nama Indonesia.

    Sekarang emang Indonesia yang lagi menguasai tanah-tanah tempat saya pernah dan sedang pijak ini. Indonesia yang baru 60an taun lalu menguasai tanah ini sampai sekarang. Hasilnya, selama 60 tahun lebih kita memilki prestasi korupsi yang tetep bercokol di urutan atas dunia, hebat, hukum yang bisa dinego, pembunuhan masal atas nama ideologi. Coba buka lagi buku sejarah dan ingat-ingat berapa ratus orang mati karena “dianggap” berideologi komunis? Hukum  macem apa yang kala itu berlaku di neagara bernama Indonesia ini? Orang berhak mati karena “dianggap” komunis tanpa pengadilan. OK misalnya orang komunis harus mati di negeri ini tapi ini baru “dianggap”. Saudara kita sendiri, satu dapur, satu sumur, satu udara, satu darah, boleh mati. Gilaaa… ini negeri. Catat saya bukan penganut komunisme. Pembunuhan masal di Tanjung Priok. Berlanjut terus kegilaan sampai sekarang Cicak lawan Buaya yang melibatkan pilar-pilar negara yang namanya Indonesia.

    Bukan sekarang, tapi ternyata kekacawan dimulai sejak detik-detik pertama negara Indonesia berdiri. Untuk event yang sangat penting, naskah Proklamasi yang udah dibikin bersama founding fathers, bisa tiba-tiba raib. Kocak sekali. Sekali ketemu, eh ada kalimat yang dihapus secara sepihak. Hahaha… dagelan pertama dan paling kocak di sejarah Indonesia. Sejarah negara yang kini memerintah di tanah-tanah tempat saya hidup. Kapan dagelan ini akan berakhir? Apa mau mempertahankan Indonesia yang ga pernah ga carut marut? Apakah saya rindu Padjadjaran? Atau rindu Fatahillah? Atau rindu Belanda? Atau rindu Portugis? Atau rindu Inggris? Atau rindu Jepang? Ah engga juga.

    Ga habis pikir, kenapa orang-orang jahat ga habis-habis, masih aja betah hidup di tanah-tanah tempat saya hidup ini. Kalau Indonesia ga mampu mengusir orang-orang ini, lantas siapa yang harus mengusir? Hm… ga boleh protes kalau saya bilang Indonesia malah kreator orang jahat. Apakah harus dijajah lagi biar irigasi lancar, kota tertata rapi. Ataukah kerajaan Islam atau Sunda buhun lagi yang menguasai tanah-tanah tempat saya hidup ini?

    Hm… Indonesia. Belum kepikiran untuk mau membelamu hidup atau mati. Karena jujur, saya ga tau apa yang harus saya bela. Haruskah saya membela hukum (yang dibuat manusia Indonesia yang beberapa taun ke depan udah old-fashioned)? Ataukah membela harta Indonesia (yang kini malah cuman dinikmati segelintir orang Indonesia dan orang asing)? Atau membela manusia Indonesia (yang dengan mudahnya, pilar-pilar negara Indonesia membunuh atau membiarkan rakyatnya mati)? Atau membela ideologi (yang bagian dari satu silanya dihapus secara sepihak oleh seseorang)?

    Jadi apa sih mau saya?

    Maunya, siapapun yang menguasi tanah-tanah saya:  Bandung, Cianjur, Bogor & Jakarta, mau Indonesia atau misalkan nanti ada negara or kerajaan lain yang berkuasa, coba atuh jangan jadi orang jahat. Tebarkan kebaikan.

    Tapi euy, salut lah sama temen-temen saya yang mikirin Indonesia. Saya yakin, temen-temen saya ini pengen Indonesia yang lebih baik. Sok lah saya dukung (tapi seringkali susah bedain buaya berkulit cicak)!

     
    • nengthree 4:25 am on 18 November 2009 Permalink | Balas

      Wah pengetahuan sejarahnya keren uy..
      Teu nyangka..

      mang kumlod:
      Maca buku atuh!!! Kumaha guru teh.. hehehe…

    • nengthree 4:34 am on 18 November 2009 Permalink | Balas

      Baiklah siapapun nanti yang berkuasa, semoga tidak jahat :-)

      mang kumlod:
      Dan semoga siapapun yang jahat, tidak berkuasa… :)

    • Oemar Bakrie 8:05 am on 18 November 2009 Permalink | Balas

      Makanya di lagu kebangsaan kita ada kata-katanya: ITULAH INDONESIA …

      mang kumlod:
      hahaha… baru mengerti itulah kenapa lagu tersebut dibuat… ROFL

    • syelviapoe3 1:56 pm on 18 November 2009 Permalink | Balas

      Indonesia…..Indonesia…

    • nengthree 6:52 pm on 18 November 2009 Permalink | Balas

      Huff..
      Da kumaha tuh nya..
      Bukan guru sejarah..
      Hahaha..
      *pamalesan

      oke..
      Mudah2an orang jahatnya pun semakin berkurang.
      Dan saya dijauhkan dari niat dan perbuatan jahat..
      Aamiin

      mang kumlod:
      Weh ini ternyata komentar yang ke 4040. Wilujeng ah neng3….

    • vizon 9:12 am on 20 November 2009 Permalink | Balas

      satu lagi yang susah dibedakan adalah: BUYA dan BUAYA… :D

    • narpen 6:56 pm on 28 November 2009 Permalink | Balas

      saya tadinya sempat apatis mang..
      tapi awal tahun ini berkenalan dengan seseorang idealis..
      benar2 idealis sampai ke tulang sumsum, dan beliau membuktikannya tidak hanya melalui kata2..
      sedikit banyak, saya tertular..
      keapatisan saya mulai berkurang..

      ah saya belum berani berkata banyak, takut menjadi terlalu muluk..
      tapi percaya deh mang, apapun posisi kita.. sebenernya kita bisa berbuat yang terbaik..
      tidak perlu jadi pemimpin negeri.. jadi engineer juga bisa..
      dan dari satu mangkum yang bersemangat, mungkin akan ada mangkum2 lain yang tertulari..

      jangan kehilangan semangat ya..

      mang kumlod:
      Setelah semalem baca novel “Negeri van Oranje”, iya sih kita bisa berbuat yang terbaik dengan berbagai cara bagi negeri ini.
      Negeri loh BUKAN bagi para politikus busuk itu (yg ga busuk jangan tersinggung) dan aturan2 aneh yg mereka bikin, tapi bagi manusia-manusia beserta kebudayaan yang hidup di dalamnya… Ini baru gw mau…

  • mang kumlod 9:39 am on 13 November 2009 Permalink | Balas
    Tags: Musik Klasik, NSO   

    Bravo! 

    Nusantara Symphony Orchestra

    Ga bawa kamera, tapi ini bukti saya udah nonton.

    Sudah lama tidak mendengar Orchestra, kali ini nonton Nusantara Symphony Orchestra. Pemainnya lumayan kumplit dan ini adalah oke yang terkumpulit yang pernah saya tonton.

    Berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya di mana saya nontonnya di Goethe Haus, kali ini saya nontonnya di Balai Sarbini. Ruangan yang besar dan pemain oke yang lebih komplit (ada tympani nya segala) bikin pieces musik klasik yang dibawakan lebih empuk dan lembut. Kalau oke yang sebelumnya saya tonton, terdengar renyah (tapi tidak mengandung kolesterol dan gula ^_~).

    “Cosi fan tuttte, K.588 : Overture” yang dibawakan oleh NSO menampilkan empat judul, yakni: (More …)

     
    • ria 11:51 am on 15 November 2009 Permalink | Balas

      asyiknya….ikutan dunk… :(
      nanti klo gw di jakarta gw contact ya mang :D kita ngupi2 bareng atau nonton orchestra bareng…hihihihi

      mang kumlod:
      Siap! Hehehe kapan mau ke mari, Bu dosen? :D

    • nengthree 6:36 am on 16 November 2009 Permalink | Balas

      Pertama > whahaha..
      Itu yg terakhir..
      Tiap postingan aja pak, dikasi tau cara ngomen..

      Kedua > sampai segitunya yah suka sama nodame..
      Kalo mau ke singapur..ajak2nya..
      Hehe..
      Menerima pemberian tiket..

      Ketiga> hmm ga paham musik klasik ko tau banyak sih..

      Keempat > jadi tertarik buat nongton gituan, kalo saya bener ga ngerti..
      Musik mahal haha..

      Kelima > kelimax deh shhh..jangan ribut..

      mang kumlod:
      Ke Singapur, hayu atuh, da murah tiket promo na mah, mahalan keneh Taxi ka Cengkareng, N3.
      Musik mahal? Tinggal download di internet terus dangukeun weh… :P
      Muhun lah tong ribut, nuju nyeri sirah yeuh…. -,-”

    • arundramom 2:30 pm on 16 November 2009 Permalink | Balas

      Pertanyaan gue rada-rada gak nyambung sih, tapi nonton sama siapa mang? hehe

      mang kumlod:
      Ah gapapa ga nyambung juga.
      Gw barengan ratusan penonton lain, Nay… ;P

    • nh18 5:21 pm on 16 November 2009 Permalink | Balas

      Hah …
      Seleranya Ipey dari dulu emang paten punya …
      Sip … sip

      (saya belum pernah nonton pagelaran musik klasik seperti ini …)

      Salam saya

      mang kumlod:
      kalau si Om mah yang perform yah, ga pernah nonton jadinya.. :P

      • Oemar Bakrie 7:12 am on 17 November 2009 Permalink | Balas

        Saya pernah (terpaksa) menonton konser musik klasik, nggak ngerti tapi pura-pura ngerti … untung nggak ketiduran … :)

        mang kumlod:
        hahaha… kita sama pak….

    • weibullgamma 11:05 pm on 26 November 2009 Permalink | Balas

      mang, kok ndak ngajak2 sih ?
      hiks..

      mang kumlod:
      Beneran mau? Nanti gw kasih tau deh…

  • mang kumlod 9:31 am on 2 November 2009 Permalink | Balas  

    Installing A New Patch 

    > Fileinfo PERC171C3.exe

    Patch code: PERCEPTION171C3
    File name: PERC171C3.exe
    Date Created
    : 31 October 2009
    Description: Default perception of foreigner’s attitude final release

    > Tail PERC171C3.exe

    sub newpatch()

    people=”evil
    attitude=get people_attitude()
    angel=sufficient_angel(attitude)
    if angel=TRUE then people=”angel
    return people

    end sub

    function sufficient_angel(attitude)

    sufficient_angel=FALSE
    if attitude = “nice” then sufficient_angel=TRUE

    end sub


    > Install PERC171C3.exe -p

    … PERC41763L.exe has been found
    … PERC41763L.exe has been removed
    … PERC171C3.exe has been installed [succeed]
    Press ENTER key to restart… [waiting response]

     
    • nengthree 6:48 am on 4 November 2009 Permalink | Balas

      Naon sih?

      *ngaleos deui*

      mang kumlod:
      sanes nanaon ieu mah… :D

      *hush hush… sieuh!*

    • Yari NK 11:55 am on 4 November 2009 Permalink | Balas

      Lah… kok people udah dikasih nilai ‘default’ evil duluan seh?? Kalau saya itu baris awal dikasih yari = “nice” huehuehue….. Itu masih pada saat sufficient_angel = FALSE… **halaah**

      mang kumlod:
      hahaha… begitulah kang Yari…
      Special buat kang Yari mah, di-assign di awal yar=”nice” dan sufficient_angel=TRUE :P

    • narpen 7:55 am on 5 November 2009 Permalink | Balas

      a new patch? berarti tadinya persepsinya gak gini ya mang?
      hihihi. ini namanya asas praduga devil. baru ketemu udah nganggep devil.
      tapi akhir2 ini aku jg jadi ga percayaan sama orang. waspada gapapa sih, lebih bagus, asal kitanya tetep bisa bersikap sopan dan ramah..
      toh klo emang baik, nantinya juga bakal cocok sendiri.. ga perlu dipaksain..

      *ps,, warung laos mah deket kali mang.. moso segitu jauh? lagian kan saya udah kasih petanya.. tapi enak ga?*

      mang kumlod:
      Iya sekarang persepsi gw ditambal dengan “azaz praduga devil :evil: ” hahaha…

      *sebetulnya mungkin makanannya enak tapi ada pre event yang bikin ga enak suasana hati jadi ga begitu nikmat*

    • Eka Situmorang-Sir 2:51 pm on 6 November 2009 Permalink | Balas

      ono opo iki mas?
      devil? eeeh…koq disuuzoni duluan?

      mang kumlod:
      mungkin itu lebih baik… ;P

    • Ria 11:55 am on 15 November 2009 Permalink | Balas

      hasilnya angel melulu…gimana dunk?
      hehehehe…algoritma looping nya keren…tapi masalahnya hasinya gw selalu angel :D

      mang kumlod:
      keknya programnya kena virus deh…. virus angel LOL
      angel tuh susah yah, Ri? Hihihi…

  • mang kumlod 7:10 pm on 28 October 2009 Permalink | Balas  

    Hah!? Lo Ga Kenal Gue?! 

    Dia ga bilang begitu sih. Cuman gestures dan omongannya mengerucut ke kesimpulan itu. Catat bahwa saya ga loncat ke kesimpulan.

    Siapa ?

    Siapa ?

    “Maaf Pak, kursi ini kosong ya? Boleh saya duduk?”
    “Silakan-silakan”

    Terus saya memperkenalkan diri dan tempat bekerja ke orang di samping kiri. Kemudian memperkenalkan nama ke orang di samping kanan tapi tanpa nyebut tempat kerja. Lama-lama, ga enak juga ga ngenalin tempat kerja. Saya kenalan lagi untuk yang kedua kalinya mengenai background tempat kerjanya.

    “Saya dari OD. Hm… Bapak dari mana ya?”
    “Saya Bang Kuang loh!” (Bukan nama sebenarnya)

    Dalam hati, mana kutahu nama Bapak Bang Kuang. Cuman bisa ngangguk aja. Melihat saya biasa aja, ga terkejut ketemu orang sehebat dirinya, ga lama dia ngeluarin business cardnya, ngasih ke saya sambil bilang, (More …)

     
    • Peanut 8:04 pm on 28 Oktober 2009 Permalink | Balas

      itu artinya, sudah saatnya kamu beli tivi untuk di kamar =))

      mang kumlod:
      Hm.. ide bagus.. atau beli hape yang bisa nyetel tipi aja yah?

    • ikkyu_san 8:25 pm on 28 Oktober 2009 Permalink | Balas

      Untung bukan ketemu aku…
      aku akan melengos pergi sambil ngomong
      “Emang loe siapa? Sebodo teuing”
      Wong Ruth Sahanaya sebelah gue aja gue ngacir, ngga minta foto/sign hahaha.
      Lain yah …

      EM

      mang kumlod:
      Sama gw juga gitu… (eh ngga deng, kalau ada artis mah minta difoto atuh… :P )
      Tapi ini menyangkut kerjaan. Kali aja bisa deket dan bisa bermanfaat buat karir :D

    • Eka Situmorang-Sir 10:54 am on 29 Oktober 2009 Permalink | Balas

      Hi hi hi gue ngakak2 bacanya
      emang enak mang! :D
      btw ini nulisnya sambil garuk2 kepala krn terheran2 ga mang? :D hahaha

      mang kumlod:
      Nulisnya sambil garuk2 p**t*t… oops..

      HEY EKA, INI KOMENTAR KE 4004. SELAMAAAT!!!!
      ditunggu makan2nya… LOL

      • AFDHAL 7:10 pm on 3 November 2009 Permalink | Balas

        hmmm, kapan gw bisa kenal ama mangkum, lha wong gak pernah bisa comment dengan lega disini
        n apakah mangkum kenal gw gak yah??? hmmm

        • Eka Situmorang-Sir 2:52 pm on 6 November 2009 Permalink | Balas

          lhaaaa koq lu bilang kapan kenal mangkum?
          tempo hr peleuncuran CE kan kamu dtg…. ketemu mangkum aka manullang san ini?
          piye tooh?

          mang kumlod:
          hahhaa… padahal udah gw pampang poto gw… ga ngaruh yah? ;P

      • Eka Situmorang-Sir 2:53 pm on 6 November 2009 Permalink | Balas

        asyiiik aku dpt hadiah dunk ;)
        biar bisa nraktir makan2 :)

        mang kumlod:
        hihihi… *mikir dulu… :P

    • Hery Azwan 11:35 am on 29 Oktober 2009 Permalink | Balas

      BK siapa Mang? Boleh dikasih hint-nya lebih banyak?

      mang kumlod:
      Ga perlu hint, saya PM 3 nama samaran di atas, Bang.

    • maharani 2:33 pm on 29 Oktober 2009 Permalink | Balas

      hahahaha…..lucu…..berarti ambil di IPB lagi yaa mang, biar ktemu sama Bang Kuang :D
      tanyain Bang Kuang dong, ada low ngga buat gw….junior analyst deh :D

      mang kumlod:
      Wah harus diskusi offline nih, Gi… :D

    • Yari NK 12:53 am on 30 Oktober 2009 Permalink | Balas

      Kalau cuma mau ilmunya Finance belajar aja sendiri terus sama banyak gaul sama orang2 finance. Nggak usah S2. Belajar Accounting Principles dulu…. nggak terlalu sulit kok, masih jauh lebih susah statistik multivariat atau saudaranya ekonometrika ataupun statistika matematika. Percaya deh, yang penting belajarnya penuh dengan rasa pédé…. huehuehue…. Tapi kalau butuh gelarnya, ya, mau nggak mau sih memang harus sekolah S2 sih… :mrgreen:

      mang kumlod:
      Nah itu masalahnya, gw tuh ga PD ngomong Finance. Jadi tetep mesti kuliah selain nambah jaringan/temen di dunia keuangan… :D

    • Oemar Bakrie 9:39 am on 30 Oktober 2009 Permalink | Balas

      Saya pernah memperkenalkan diri ke seseorang, tapi dia bilang “saya sudah tahu kok .. ” :) hehehe …

      mang kumlod:
      Ya iya lah Pak. Posisi Pak Grandis mah sama dengan Bang Kuang atuh.. :D

    • arundramom 11:26 am on 30 Oktober 2009 Permalink | Balas

      Wah mang, you are not alone….gue juga gak mudeng tuh siapa…hahaha
      Apa artinya kita orang2 kuper atau ignorance yah? :)

      mang kumlod:
      wah syukur deh I’m not alone… :D
      kalau gw sih, mungkin masih tersisa sifat anti-socialite gw, Nay :P

    • Reva Liany Pane 12:00 pm on 30 Oktober 2009 Permalink | Balas

      Semua almamater kampusku pasti punya pengalaman yang sama denganmu, Mang. Ada satu dosen mata kuliah wajib yang s.e.l.a.l.u mengatakan dengan jumawa, “Saya itu yang PERTAMA dapat gelar DOKTOR untuk ilmu peradaban Mexico (bukan bidang ilmu sebenarnya) di DUNIA!!”

      Keder gak tuh! :)

      mang kumlod:
      Mestinya bangga dong punya dosen kek gitu… hahaha…
      Tapi kalau s.e.l.a.l.u gitu jadi agak mual juga yah… hihihi…
      yg penting ga pelit nilai deh… :P

    • hadisome 7:59 pm on 31 Oktober 2009 Permalink | Balas

      ckckck… pengalaman yg menarik dan orang terkenal yang aneh :) sok atuh beli tipi yang ada hape nya hehehehehe

      mang kumlod:
      di mana nya meuli na??

    • nengthree 6:24 am on 2 November 2009 Permalink | Balas

      Ahahaha..
      Kamuh tidak gaul!

      Tapi emang siapa bang kuang teh?
      Saya juga gak kenal..
      Cuma tau itu salah satu nama buah.
      *tiis*

      mang kumlod:
      muhun eta maksad abdi bang kuang teh… :lol:

      • nh18 12:42 pm on 2 November 2009 Permalink | Balas

        Hah …
        Ini buah anti socialite …
        hehehhe

        mang kumlod:
        Hahaha… sisa-sisa deh kayaknya, Om… :D

    • narpen 7:51 am on 5 November 2009 Permalink | Balas

      Wehhh… Mangkum kok bisa ga tau Bang Kuang? Parah..
      Satu2nya profesor di bidang itu lho, pendiri S2 Finance IPB..
      Hahahhaa.. sebenernya ga ngerti juga siy, tapi perlahan2 mengumpulkan info..*

      Btw itu setting tempatnya di mana siy Mang? Kok kenalannya lengkap bener sampe nyebut tempat kerja segala.. *kirain kenalan di kereta*

      mang kumlod:
      Di acara diskusi di sebuah hotel. Gw mah diem aja da belum ngerti… Ngisi absen (sama ngisi perut) doang… :P

    • Ria 3:30 pm on 10 November 2009 Permalink | Balas

      wakakakaka…ada pertemuan kedua gak mang?
      klo gak ada ya cuek aja…hehehehe
      tapi bingung juga ya klo ada orang yg sampe panjang banget gelarnya :D

  • mang kumlod 9:19 am on 15 October 2009 Permalink | Balas
    Tags: Nihon Matsuri   

    Matsuri Ga Pake Hanabi 

    Bagi yang ingin mengetahui gambaran berbagai acara yang diselenggarakan dalam rangka JAK-JAPAN MATSURI 2009 di Jakarta pada tanggal 3-11 Oktober 2009, METRO TV akan menayangkan liputan berbagai acara Jak-Japan Matsuri 2009 yang dirangkum menjadi kemasan acara dalam program “HIGH LIGHT” pada hari SABTU, tanggal 7 November 2009 Pkl. 15.30 – 16.00 wib.

    Jak-Japan Matsuri 2009

    Jak-Japan Matsuri 2009

    Syukur deh, acara yang dinanti-nanti sejak Gelar Jepang UI 2009, datang juga. Kalau taun lalu namanya Indo-Japan Expo 2008. Kali ini dipersempit hanya Jakarta aja, Jak-Japan Matsuri 2009. Ya berarti acaranya jangan mengharap bakal seheboh tahun lalu. Dan emang bener sih.

    Acaranya dimulai sejak Jum’at 2 Oktober malam sampai Ahad 11 Oktober 2009. Saya baru ikutan yang hari minggu 3 Oktober di Hotel Nikko. Rame banget di sana. Ngga direncanain sih dateng ke sana. Ga sengaja aja pas mau makan di Takigawa GI lewat Nikko. Tau di Nikko rame, ya melipir dulu ke sana. Di gerbang keluar ketemu Mba Dian yang mau pulang beserta dua anak kawaii-nya: Cika-chan & Adi-kun, sama dua temennya Mba Dian. (More …)

     
    • syelviapoe3 10:23 pm on 16 Oktober 2009 Permalink | Balas

      Agak beda sama isi postingan mang kumlod tahun kemarin, ya..
      Kalo dilihat2 memang agak kurang heboh… :D

      Tapi yang penting acaranya sukses, mang….

      mang kumlod:
      Iyah.. yang penting Jepang LOL

    • Eka Situmorang-Sir 1:53 am on 17 Oktober 2009 Permalink | Balas

      Mang aku tuh gak tau ada acara ini :( hiks
      kalo tau kan usaha nyempetin dtg.
      anw… thank u udh dibagi suasananya :)
      lumayan terwakili hasrat menontonnya…

      salam, EKA

      mang kumlod:
      Jaah Eka, sorry ga ngajak… Gw gatau lu pengen ikutan. Mba Imel aja tau kok acara ini…
      Ntar deh yah, kalau ada lagi gw infoin.

    • Peanut 3:26 am on 17 Oktober 2009 Permalink | Balas

      “Malu juga euy kalau minta sama dua fotografer laen buat narsis mah… mendingan minta difotoin ke mang anmsid aja.”

      sapa tuu dua fotografer laen na? hahaha

      mang kumlod:
      Setelah lu cerita tentang Mister, gw jadi ikutan ga enak juga…

    • vizon 11:54 am on 17 Oktober 2009 Permalink | Balas

      asyik juga nih acaranya. bagi saya yang belum pernah menonton acara ini, tentu saja ini sudah sangat bagus. dapat mengenal kebudayaan lain sebuah kesempatan baik dan tak boleh disia-siakan…

      thanks Mang :D

      mang kumlod:
      simsim uda

    • Yari NK 3:10 pm on 17 Oktober 2009 Permalink | Balas

      Wah saya sih agak buta deh masalah Jejepangan. Kalau denger nama Jepang belom bisa ngebedain mana yang makanan, mana yang nama orang, mana yang seni bela diri atau mana yang merk mobil! Huehuehue….. :mrgreen:

      Btw… thanks deh…. artikelnya cukup menambah luas wawasan saya…. :D

      mang kumlod:
      Termasuk makan mi ramen, Kang… :D

    • Ria 11:47 am on 20 Oktober 2009 Permalink | Balas

      duhhh…kok ada yg beginian?
      keren banget mang!!!
      pasti makanannya asyik2 ya :D

      *tapi – tapi lu teuteup nyari miyabi ya…hihihihi :P *
      pisss ahhh

      mang kumlod:
      iyah selalu ditunggu-tunggu acara kek ginian…
      makanannya sih oishi (maknyus) tapi harganya juga sesuai LOL

      miyabi tuh siapa yah? :P

    • ikkyu_san 4:13 pm on 20 Oktober 2009 Permalink | Balas

      Wah aku bukannya mau koment acaranya….
      tapi cara nulis komentarnya itu loh…bingungin
      ada 10 menit utak utik kok ngga keluar kolom komentar
      tau-tau musti klik balas di posting ya?

      hmmm matsuri tanpa hanabi bisa aja meriah kok.
      Di sini selain musim panas ngga ada hanabi kok
      cuma emang matsurinya sendiri musti meriah dgn mikoshi dan arak-arak
      juga stand penjualan hehehe

      EM

      mang kumlod:
      Maaf atas ketidaknyamanan. Tapi Anda bukan orang pertama yang kebingunan cari link/tombol Balas…. :P Tapi hey, kok sampai 10 menit sih mba???

      Iyah, padahal pengennya dua itu mba, Bon Odori sama Hanabi secara di sini masih musim panas sih.. :D

      • ikkyu_san 3:37 am on 22 Oktober 2009 Permalink | Balas

        iya 10 menit kan hiperbola hihihi

        mang kumlod:
        hahaha… lebay… sebenernya 20 menit ya…? :P

    • ikkyu_san 6:41 am on 22 Oktober 2009 Permalink | Balas

      Bagi yang ingin mengetahui gambaran berbagai acara yang diselenggarakan dalam rangka JAK-JAPAN MATSURI 2009 di Jakarta pada tanggal 3-11 Oktober 2009, METRO TV akan menayangkan liputan berbagai acara Jak-Japan Matsuri 2009 yang dirangkum menjadi kemasan acara dalam program “HIGH LIGHT” pada hari SABTU, tanggal 7 November 2009 Pkl. 15.30 – 16.00 wib.

      mang kumlod:
      Wah tengkiu imponya Mba. Mesti dimasukin ke post-nya nih…

    • maharani 5:40 pm on 22 Oktober 2009 Permalink | Balas

      jadi knpa yaa si hanabi absen? gak dpat ijin kaah?
      liat di jepang nya lgsg kek nya lbh seru yaa…hihihi, kpan yaa ksana? ;)

      mang kumlod:
      kata mang asep, tahun 2011, ran..

    • nengthree 1:38 am on 28 Oktober 2009 Permalink | Balas

      Hah tumben langsung ada kolom buat ngomen?
      Hahahaa
      *ngaleos deui*

      mang kumlod:
      *dicegat*

c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
balas
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
esc
batal