Hamleto
“The Tragedy of Hamlet, Prince of Denmark, or more simply Hamlet, is a tragedy by William Shakespeare, believed to have been written between 1599 and 1601. The play, set in Denmark, recounts how Prince Hamlet exacts revenge on his uncle Claudius, who has murdered Hamlet’s father, the King, and then taken the throne and married Gertrude, Hamlet’s mother. The play vividly charts the course of real and feigned madness—from overwhelming grief to seething rage—and explores themes of treachery, revenge, incest, and moral corruption,” begitulah kata Neng Wiki.
Kisah yang memilukan ini, diangkat sama Mr Kapoor sebagai Director dalam teater drama Hamlet yang digelar dalam rangkaian acara Festival Budaya India di Gedung Kesenian Jakarta. Ini adalah pentas pertama tim Mr Kapoor di luar India.
Menggunakan Bahasa Inggris berlogat India, agak susah untuk didengar, logatnya ga biasa saya dengar dan cepat. Kalau ngomongnya dengan kecepatan sedang sih, masih bisa kedenger. Ada satu pemerannya yang Bahasa Inggrisnya lumayan bisa berdamai dengan telinga saya, yakni pemeran Hamlet-nya. Dari mulut dia lah saya masih bisa mengikuti ceritanya.
Kisah tragis Hamlet ini dibawakan dengan kocak di panggung GKJ. Acting yang memukau dari enam pemain India mendapatkan standing ovation saat pentas berakhir. Salut sama sang Director yang bisa mengonversi kisah tragis Hamlet yang ditulis oleh Shakespeare menjadi sebuah komedi. Bukan pekerjaan yang mudah untuk melakukannya di mana Director lain membawakan kisah Hamlet ini dengan kesedihan yang mendalam. Semakin sedih maka semakin sukses lah sang Director.
Seluruh kursi di GKJ terisi penuh, bahkan panitia harus mengeluarkan ekstra kursi bagi para penontonnya yang kebanyakan India, bule dan tentunya orang lokal. Acha-acha…
. Di sana juga ketemu sama Mba Lia juga yang suka jualin tiket kalau ada acara di GKJ. Tapi nomor hapenya udah lenyap bersama henpon saya yang hilang *hiks*.
Yang menarik di acara ini adalah sambutan. Ternyata orang India ga banci ngomong, sambutannya singkat dan padat macem orang Jepang. Atau mungkin sebenernya panjang tapi karena ngomongnya cepet jadi singkat…
.
Dan yang kurang dari acara ini adalah beberapa kelucuannya bertema seks. Seks pasti bikin orang mudah ketawa. Director yang hebat adalah bisa menyajikan kelucuan di luar seks. Kalau Anda penggemar sitkom OB, nah ga pernah kan komedinya bertema seks? Itu karena Director OB-nya ga suka tema komedi seks yang umum dibawakan para komedian. Namun demikian, pada teater Hamlet ini, komedi di luar tema seksnya mendominasi. Jadi sayang aja kenapa harus disisipin komedi seksnya, padahal tanpa tema seks, penonton udah ngakak.




yoan 1:07 pm on 26 November 2009 Permalink |
dicontohin dong komedi seks-nya itu yang gimana…
:ngacir:
mang kumlod:
Eh malah ngacir, padahal gw mau ngasih contoh…
nengthree 11:16 pm on 26 November 2009 Permalink |
Inpo beginian teh kasi tau atuh.
Biar gw juga bisa nongton..
Menarik sepertinyah..
Ada duit?pasti dikejar..
Ga ada duit?
Tunggu review disinih..
Eh emang contoh komedi seksnya gmana?
Hahaha..
*mewakili yoan balik lagih..
mang kumlod:
Beneran mau? Engke diwartosan lah…
nengthree 4:16 pm on 30 November 2009 Permalink |
Beneran..
Ga mahal2 kan?
Atau freepass?
Hahaha
mang kumlod:
Asal punya kenalan di sana sih pastinya gratis neng…
vizon 1:21 pm on 1 Desember 2009 Permalink |
hmmm… kedengarannya menarik…
komedi non seks? yups, saya setuju dengan itu. serial OB memang sitkom yang saya suka (sayang udah gak tayang ya?), salah satu alasannya itu ya karena kecerdasan penggarapannya, termasuk tidak adanya komedi seks…
nengthree 8:07 pm on 1 Desember 2009 Permalink |
Nah itu dia..
Kenalan gw mah cuman elu hihi..
Payah!
maharania 1:05 pm on 4 Desember 2009 Permalink |
oh, yg india itu maksudnya lagi ntn drama hamlet ini toh :p