Menentukan Arah Kiblat Dengan Mudah (Tanpa Kompas & Tanpa Angka)
Ka’bah di Mekah merupakan kiblat kedua umat Islam. Tapi tahukah caranya mendapatkan arah yang akurat dan mudah?
Pake kompas!
Udah dibilangin di judul, TANPA KOMPAS.
Pan kompas itu petunjuk arah!
Iya sih, tapi arah mata angin kompas tidak berhimpitan dengan arah mata angin sebenarnya. Dan kita tidak tahu ada di derajat berapakah ka’bah itu dr posisi kita sekarang. Dan perhitungannya pun cukup rumit, belum tentu benar juga.
Betul juga lu, emangnya ada cara mudah?
Ada banget. Begini logikanya. Kalo di Ka’bah ada tiang yang sangat tinggi sehingga kita bisa melihat tiang itu, maka kalo kita menghadapkan wajah kita ke tiang itu, itulah kiblat. Ya kan?
Bener-bener. Tapi masalahnya, ngga ada tiang tinggi di Ka’bah?!
Nah, berangkat dari ide itu. Andaikan ada sesuatu benda yang bisa kita lihat dari posisi kita sekarang di atas Ka’bah, maka itulah arah kiblat.
Maksudnya Dewan Keluarga Masjid al-Haram harus masang balon setinggi2nya biar bisa dilihat dari kejauhan. Dari Indonesia juga keliatan gitu?!
Itu ide yang bagus. Namun kayaknya setingi2nya balon di atas Ka’bah, ga bakalan keliatan deh dari Indonesia, apalagi dari Amrik. Trus, dikarenakan pengaruh angin, si balon itu ga bakalan pas di atas Ka’bah. Jadi kita harus cari ide benda apa yang keliatan dari hampir seluruh bumi yang tegak lurus terhadap Ka’bah.
Apa ya? Pasti lu cuman ngetes doang. Padahal udah tau bendanya apa?
He… he… he… Akting gw ketauan juga. OK. Benda itu adalah MATAHARI.
Oh iya ya! Bulan juga bisa pan?
Kalo bulan takutnya kehalang awan di waktu malam dan kadang bulan tidak keliatan (bulan mati)
Ya gw setuju, MATAHARI. Tapi kapan matahari tepat berada di atas Ka’bah?
Mmmhhh… Setiap tahun ada dua waktu. 28 Mei pukul 16:18 WIB dan tanggal 16 Juli pukul 16:27 WIB. Inga-inga! ting!
OK siip lah. Tapi kalo gw ada di Amrik, well, jam segitu kita lagi tidur nyenyak. Matahari udah ngga ada. Gimana dong?
Oh itu pake logika sederhana lain. Jika tiang tadi nembus ke bawah Ka’bah, menembus bumi sampai ke belahan bumi di bawahnya, maka ketika wajah kita menghadap ke tiang itu, itulah arah kebalikan kiblat. So kiblat ada dibalik wajahmu.
Ya gw ngerti. Jadi matahari berada tepat di bawah Ka’bah pan?
Pinter!
Kapan tuh?
Setiap tahun pada 28 November 21:09 UT (29 November 04:09 WIB) dan 16 Januari 21:29 UT (17 Januari 04:29 WIB)
Wah… Wah F-Xtud.. thx bgt ya infonya!
Kembali… Padahal gw cuman ngambil materi dari http://www.as.itb.ac.id/~ferry/Articles/Kiblat/Kiblat.html

14 Oktober 2006 at 6:21 am
Apa setiap tahun tgl dan jamnya ga berubah gt?
17 Oktober 2006 at 9:31 am
Ngga tuh, tetep ajah. Malah dalam jam yg sama, pada tiga hari berturut-turut (sehari sebelum dan sehari sesudah) matahari masih berada di atas ka’bah.
23 Oktober 2007 at 4:08 pm
Assalamualaikum,
Mau tanya, jadi kesimpulannya (dimanapun kita sedang berada) maka saat tanggal-tanggal :
1. 28 Mei pukul 16:18 WIB dan tanggal 16 Juli pukul 16:27 WIB. kita cek arah shalat kita, patokannya kearah matahari sedang bersinar, betul ?
dan
2. 29 November 04:09 WIB dan 17 Januari 04:29 WIB. kita pastikan lagi arah shalat membelakangi matahari ? (dimanapun kita sedang berada)
Kalo tidak salah, dengan adanya perputaran bumi, maka bisa jadi arah shalat kita (walau tempat shalat / rumah kita tetap yang sama), ada kemungkinan arah kiblatnya akan bergeser / berubah ? begitukah ?
Terimakasih.
Wassalamualaikum.
23 Oktober 2007 at 4:26 pm
Wa’alaykumussalaam.
Betul sekali.
Perputaran bumi tidak mempengaruhi posisi letak kota/tempat di atas permukaan bumi, Mba. Kecuali jika yg terjadi adalah pergeseran lempengan atau benua.
Wassalaam
9 Nopember 2007 at 11:00 am
Assalamualaikum
Kalau pada saat tersebut sudah jelas letak Ka’bah pasti sudah ada yang mengukur dengan Kompas (sorry pake kompas)
tentunya sudah ditentukan berapa derajat arah kompas tersebut dari arah Barat??? dari Bandung misalnya.
7 Januari 2008 at 11:30 am
Ass.kalau begitu, bagaimana cara kita menentukan arah kiblat pada waktu lain?(pada tanggal dan bulan lain dimana posisi matahari tidak berada tepat di atas ka’bah?)
7 Januari 2008 at 12:51 pm
#6. Mas Mahrani,
Wa’alaykumussalaam. Nah itulah kelemahannya, hanya ada di waktu saja, tapi dengan metode itulah penentuan arah kiblat paling akurat. Kalo mau tau metode lainnya silakan kunjungi http://nafanakhun.wordpress.com
11 Januari 2008 at 3:55 am
Assalamu’alaikum
Ada juga tuh cara lain… Terutama bagi yang punya komputer dan sambungan internet, bisa mengunjungi beberapa situs Penentu Arah Kiblat berdasarkan peta online (misal GoogleMap). Kita bisa melihat garis arah kiblat diterakan di atas peta tempat yang kita inginkan. Bisa sampai lihat rumah2 dan jalan di kota (tergantung ketersediaan info peta tiap tempat, ada yang bisa detail rinci sampai jalan2 kampung, ada juga yang cuma sebatas kotanya saja).
Contohnya di http://www.iwkz.de/layanan/kiblat atau http://rukyatulhilal.org/qiblalocator/
15 Februari 2008 at 4:46 pm
Download gratis Al Qur’an PDF terjemah depag RI
Sangat berguna bagi yang hendak berpindah ke versi digital namun ingin tampilan sesuai versi cetak,
karena versi PDF ini, pergantian halaman, dibuat semirip mungkin dengan versi cetak.
Kunjungi:
nafanakhun.wordpress.com
Juga ada Cara penentuan arah kiblat dengan bantuan Matahari dan Bintang yang bisa digunakan TIAP HARI (Siang dan Malam)
Semoga bermanfaat
Genghis Khun
Http://nafanakhun.wordpress.com
8 Maret 2008 at 10:22 am
seoarang teman mencoba mempertentangkan kebenaran Islam dengan bertanya kepada saya,bagaimana arah shalat menurut islam….dan dia bertanya kenapa harus mengarah ke ka’bah
10 Maret 2008 at 9:16 am
Jawaban seorang muslim: karena kita sami’na wa-atha’na, kami dengar maka kami ta’at. Allah sudah memutuskan untuk menghadap ke Ka’bah setelah sebelumnya menghadap ke Yerusalem. Tidak ada alasan lain selain itu. Juga, tidak ada keistimewaan batu hitam (hajar aswad) di dalam Ka’bah. Andaikan Allah menyuruh shalat menghadap kota Cianjur
, pasti akan saya ta’ati pula.
Kalau hikmahnya, itu pasti banyak: salah satunya adalah kita dijadikan harus mempelajari fenomena alam semesta dan belajar Geografi. Buktinya ilmuwan pertama yang membuat globe siapa coba? Itu ilmuwan Islam di Andalusia (lupa namanya). Dan sayangnya orang gila Spanyol dan Portugis dengan 3Gnya menggunakannya untuk menjajah daripada menjelajah.
Wallahua’lam.
14 Maret 2008 at 4:26 pm
Kunjungi aja :
http://www.iwkz.de/layanan/kiblat/
2 April 2008 at 4:20 pm
Kata mereka, di tahun kabisat tanggal kulminasi matahari dengan ka’bah maju sehari, jadi tahun ini tanggal 27 Mei sama 15 juli. Mohon koreksi
2 April 2008 at 7:24 pm
#den yayan
Benarkah? Terima kasih atas info-nya. Tapi saya baca2 juga di beberapa tulisan (lupa di mana tuh), ya… harinya di sekitar 26,27,28 Mei atau 15,16,17 Juli… Tapi yg harus lebih diperhatikan adalah jamnya….
12 Juli 2008 at 1:06 pm
cara lainnya yang lebih lengkap bisa di baca di:
http://vandha.wordpress.com/2008/05/15/saat-tepat-menentukan-arah-kiblat/
kiblat bisa ditentukan di tanggal2 lainnya serta bujur/lintang lainnya…
Salam…
mang kumlod said:
wa ‘alaykumussalaam
Makasih Pak linknya, memperkaya teknik penentuan kiblat.