Sebagai seorang muslim, jawabannya sangat simpel, yakni karena Allah mengharamkannya, maka saya pun mena’ati perintah Allah, Sang Kekasih.
[Sorry ga ada gambarnya soalnya males banget kalo harus nempel gambar babi di blog ini]
Tapi adakah alasan ilmiyahnya? Kalau kata bos gw, alasan bisa dicari. Tapi buat apa nyari2 alasan padahal itu adalah perintah sang Kekasih. Kalau mau, saya tawarkan mencari hikmahnya saja…
Hikmahnya adalah bahwa daging babi (pork, ham, bacon) itu ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan: kolesterolnya berbahaya. Selain itu, ilmu pengobatan China mengatakan bahwa daging babi itu sangat berbahaya dan harus dihindari. Makanya, ada orang China yang masuk Islam namanya Jang (kini bernama Selim) karena diharamkannya daging babi ini. Awalnya dia curious kenapa Islam mengharamkan daging babi.
Begitulah kenapa babi diharamkan. Sebenernya, bukan al-Quran saja yg mengharamkan daging babi, injil pun mengharamkannya namun sekarang sudah direvisi menjadi babi hutan yang haram.
Wallahua’lam.


Gyl 2:03 am on 12 Maret 2008 Permalink
Hmm… saya beli buku tentang babi. Isinya lumayan lengkap… membahas kenapa babi diharamkan.
Karena kalo alasannya dulu cacing, dan ternyata ada teknologi yg memungkinkan babi itu “bersih”, gimana hukumnya ?
Ternyata lebih ke arah perilaku babinya kalo di bukunya itu nulis..
Ya gitu dech… toch cuma satu yang diharamkan. Emang makanan di bumi cuma sedikit ?
ardianzzz 10:15 am on 13 Maret 2008 Permalink
haloo?
numpang komentar..
yoi! kalau di alquran ayat yang mengatur tentang makanan,.. (almaidah ayat 3) diharamkan memakan Babi, darah, bangkai, hewan yang mati karena ditanduk dll.. coba di cek untuk katak, anjing, ular, gak di sebut lho. apakah hewan2x tsb juga haram?
yoi
lan knal zzz
ipk4cumlaude 10:36 am on 13 Maret 2008 Permalink
Kalau katak, anjing, ular, ga tau deh… Harus tanya sama yg ahlinya atau ke MUI: http://www.halalmui.or.id . Yg pasti mah, aku belum pernah makan hewan2 itu. Rakus banget sih sampai semua makhluk hidup disantap. Tapi sekarang al-Hamduillaah kita sebagai konsumen akan dilindungi dari makanan yang tidak halal, karena UU Makanan Halal (au kamaa qaal) lagi dibahas di DPR. Mudah2an gol lah….
fdafafa 6:55 pm on 14 April 2008 Permalink
gile, dari baca JDBC gw di arahin ke sini. ipk 4 ? mantap.
Jangan memuji gitu ah, jadi ga enak body saya… (Eh, ini menghina apa memuji)
arrie nugraha 2:22 am on 9 Maret 2009 Permalink
lama gw tertarik dn asalah ini.3 hari yg lalu sudah terjawab saat ngikuti acara dialog bareng gus dur DARI RADIO KBR 68H JAKARTA.EDISI 7 MARET 2009 .ceritanya ada se org kyai namanya GUS NURIL yg mencoba membuka tabir dari masalah babi.beliau mengajak juga PENDETA FRANGKY DAN PENDETA FREDY dari jogja utk riset.ceritanya ngambil daging babi yg masih bersih ukuran +- 3 CM.di taruh dalam gelas trus di kasih coca cola.dibiarkan selama 1 hari 1 malam.setelah 1 hari 1 malam keluar RIBUAN CACING PITA yang pada teler setelah itu sang PendeTA TRAUMA sampe2 tidak berani lewat ke RESTO yg jualan daging BABI.coba bayangkan kalo tubuh kita kemasukan hewan itu.klo ada pertanyaan kok yg udah taunan makan daging babi sehat wal afiat ampe tua2?.INJIL DAN ALQUR’AN mengaharamkan BABI bukan tanpa sebab, PASTI ADA SEBABNYA BOSS !!!! .
kalau toh ada yg mengatakan kalo sudah ada teknologi yg bisa mengatasinya.BUL SHIT…..!!!!
mungkin ada bbrp BAHAYA yg belum terdeteksi oleh akal manusia utk saat ini.gak tau besok2nya.TUHAN MAHA TAU…. udah ngasih WARNING KE KITA.ups…yg mengharamkan BABI ADALAH INJIL YANG PERJANJIAN LAMA DAN AL QUR’AN MENERUSKANYA UTK NGASIH TAU YG MUSLIM.utk teman2 yang lain silahkan melengkapi.prinsipnya pilih yg save aja deh.cumandagimg babi enak boss ?kalo abis makan danging babi di minumin coca cola kan cacing nya pada teler dari riset di atas.riset diatas tidak mengatakan teler atau mati semua loh.masih perlu pengembangan apakah cacing yg mati langsung mati gitu aja atau cuman kelenger hingga bisa membelah diri spt amuba saat ada rangsangan spt kasus di atas.blom ada risetnya.mohon koreksinya….
salam
mangkum:
makasi infonya mas….
Jonny 10:20 am on 17 April 2009 Permalink
Arrie Nugraha,
Jadi kesimpulannya, setelah makan daging babi (enak gila) harus minum coca cola supaya sehat.
tatan 10:46 am on 30 April 2009 Permalink
Bagi non muslim kok pada sewot sih, toh Alloh mengharamkan bagi umat muslim. Klo kalian merasa enak silahkan makan sepuasnya. Kelak kalau kalian mati baru ngerti kenapa babi haram, bagi kami aturan Yang Maha Kuasa mutlak. Kmi meyakini Al quran sebagai kitab suci karena hanya Allah pengarangnya beda dengan Kitab kalian non muslim, lucu kok kitab suci di karang manu-sia!
Ini kenyataan man!
iman nurjaman sp 11:58 pm on 2 Mei 2009 Permalink
hi, . all. .terlepas dri haram dan halal nya daging babi, tpi kenapa seolah olah mahluk itu (babi dan anjing) begitu hina di hadapan manusia(muslim), contohnya wudlu kita akan menjadi batal hnya dengan menyentuh ke dua binatang tesebut,. .
mangkum 1:17 pm on 6 Mei 2009 Permalink
Gatau juga ya hina apa ngga? Kalau saya sih ngga menghinakan toh sama2 makhluk Allah tapi jiji gitu deh. Namun yang saya baru tahu adalah dengan menyentuh kedua binatang itu bisa batal wudlu, hm… harus buka2 buku fiqh lagi.
tebuan 12:16 pm on 6 Mei 2009 Permalink
usah ribut2, dah jelas alquran sebut haram. tetap haram kita sebagai umat islam harus ikut peraturan ini. secara saintifiknya, adanya satu cacing yang merbahaya yaitu cacing pita yang tak akan mati walaupun dimasak berjam2. babi juga satu binatang yang pegotor, dia akan makan najisnya sendiri, serta akan memuntahkan kembali dan makan kembali najis itu. serta kalau tak ada makanan, dia akan makan tanah tempat najisnya. adakah binatang begini anda semua sanggup memakan dagingnya?
nara 12:34 pm on 15 Mei 2009 Permalink
menurut gw babi itu sangat…….. haram karena gw pun gx tau jwbanya pa……. he. he becanda aja kale……..
iman nurjaman sp 1:03 pm on 15 Mei 2009 Permalink
Hey man. . Bukan muslim dan non muslim nya, saya pun sbgai orang muslim tetap mencari tau kenapa babi haram, couse seiring perkembangan teknologi dan mutasi genetik bisa babi di ’steril’ kan. lain dari itu daging halal conth sapi ,belum tentu bebas dri bibit penyakit. . ya kan. . iyaaa . .
Sang Andon Lampah 4:28 pm on 15 Mei 2009 Permalink
Asalamualaikum wr wb
HIKMAH PENGHARAMAN BABI
Biasanya kalau ditanya mengapa babi haram, maka jawabannya adalah : “Babi haram, karena ia memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Karena babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya.?”
Ini adalah jawaban yang sangat dangkal atas suatu pertanyaan.
Mari saya tunjukkan mengapa babi itu diharamkan oleh Tuhan:
Efek-efek berbahaya dari komsumsi babi, dalam bentuk apapun, baik itu pork chops, ham,>/i> atau bacon. Ilmu kedokteran mengetahui bahwa ada resiko besar atas banyak macam penyakit. Babi diketahui sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya, dan di luar itu semua, sebagaimana kita membicarakan kandungan uric acid dalam darah, sangat penting untuk diperhatikan bahwa sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.
Dalam sebuah percobaan, agak kuno dan orang dapat saja menganggap sangat tidak ilmiah, boleh saja mentertawakan tulisan ini.
<Saya hadirkan dua ekor ayam jantan beserta satu ayam betina, dan dua ekor babi jantan beserta satu babi betina. Saya melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor ayam betina dalam satu kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi dan saling membunuh, untuk mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri, hingga salah satu dari keduanya hampir tewas.
Kemudian saya lepas dua ekor babi jantan bersama dengan satu babi betina. Kali ini timbul keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan untuk melaksanakan hasrat seksualnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga diri atau keinginan untuk menjaga babi betina dari temannya.
Daging babi membunuh ’sifat kecemburuan dan harga diri’ orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada para pemakan daging babi.
COBA ANDA BUKTIKAN SENDIRI PERCOBAAN INI !!!!!!!!!!!!!
Seorang lelaki melihat isterinya bersama lelaki lain, dan membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan seorang bapak melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, dan hanya dibiarkan sja tanpa rasa cemburu, dan was-was, itu karena yang bersangkuatan. Makan daging babI daging babi itu menularkan sifat-sifatnya pada orang yang memakannya.”
Ilmu pengetahuan modern telah mengungkapkan banyak penyakit yang disebabkan mengkonsumsi daging babi. Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh, yang mengakibatkan kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rematik. Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang pada musim panas karena medium babi?”
Beberapa penyakit yang disebabkan oleh daging babi: “Daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan cacing trachenea lolipia. Cacing-cacing ini akan berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging babi tersebut. Patut dicatat, hingga saat ini, generasi babi belum terbebaskan dari cacing-cacing ini. Penyakit lain yang ditularkan oleh daging babi banyak sekali, di antaranya:
1. Kolera babi, yaitu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus.
2. Keguguran nanah, yang disebabkan oleh bakteri prosillia babi.
3. Kulit kemerahan, yang ganas dan menahun. Yang pertama bias menyebabkan kematian dalam beberapa kasus, dan yang kedua menyebabkan gangguan persendian.
4. Penyakit pengelupasan kulit.
5. Benalu eskares, yang berbahaya bagi manusia.
Fakta-fakta berikut cukup membuat seseorang untuk segera menjauhi babi:
1. Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya.
2. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya.
3. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya.
4. Ia mengencingi kotorannya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali.
5. Ia memakan sampah, busuk-busukan, dan kotoran hewan.
6. Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama, jika dibiarkan.
7. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
8. Secara kejiwaan ternyata pemakan daging babi mempunyai sifat-sifat, kelakuan, dan keadaan seperti berikut ini : dungu, BEBAL TETAPI MERASA PANDAI, tidak mau menerima pendapat orang lain, buta hati, suka yang jorok-jorok, selalu bernafsu kepada lawan jenis secara berlebihan (lawan jenis tadi dapat saja istri/suami orang, bahkan hewan), selalu ingin memiliki yang dimiliki orang lain, tidak peka terhadap sesama.
Daftar ini bisa sangat panjang, tapi saya cukupkan sampai di sini, TAPI BILA PERLU NANTI SAYA TULISKAN LAGI, MASIH BANYAK LHOOOOOO)
Penelitian ilmiah modern menyatakan: “Daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon. Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis.
Kini kita tahu betapa besar hikmah dan KASIH SAYANG Tuhan yang telah mengharamkan daging dan lemak babi. Untuk diketahui bersama, pengharaman tersebut tidak hanya daging babi saja, namun juga semua makanan yang diproses dengan lemak babi, seperti beberapa jenis permen dan coklat, juga beberapa jenis roti yang bagian atasnya disiram dengan lemak babi.
Kesimpulannya, semua hal yang menggunakan lemak hewan hendaknya diperhatikan sebelum disantap. Kita tidak memakannya kecuali setelah yakin bahwa makanan itu tidak mengandung lemak atau minyak babi, sehingga kita tidak terjatuh ke dalam kemaksiatan terhadap Tuhan, dan tidak terkena bahaya-bahaya yang melatarbelakangi Tuhan mengharamkan daging dan lemak babi.
MAHA BENAR TUHAN DAN MAHA BIJAKSANA
MAHA BENAR TUHAN DAN MAHA KASIH PADA MANUSIA
Dengan bukti-bukti ilmiah dan empiris di atas, harusnya semakin meyakinkan kita bahwa Tuhan sangat sayang pada kita manusia, Dia tidak menghendaki umat manusia terjerumus pada kemaksiatan sebagaimana sifat babi.
Terakhir:
Beberapa hari yang lalu (akhir April 2009); saya mendapatkan informasi lain bahwa ternyata gen babi sama dengan gen manusia.
Organ tubuh manusia secar medis SAMA DENGAN organ tubuh babi;
misalnya seeorang yang terganggu salah satu organ tubuhnya DAPAT DIGANTI organ tubuh babi.
Demikian sedikit pengetahuan, mudah-mudahan berguna!
Dan yang penting semakin menjadikan kita ebagai orang yang taqwa kepada Allah SWT.
Ingat !!!:
BAHWA TUHAN SANGAT MENGASIHI DAN MENYAYANGI HAMBANYA YANG BERNAMA MANUSIA
Sumber penulisan: Dari berbagai sumber yang patut dan layak !!!!!
Wasalamualaikum wr wb
sal
Lune 6:13 pm on 17 Juli 2009 Permalink
apa dasar teori anda?
Sang Andon Lampah 5:07 pm on 15 Mei 2009 Permalink
Tulisan dari Iman Nurjaman SP on 2 Mei 2009
hi, . all. .terlepas dri haram dan halal nya daging babi, tpi kenapa seolah olah mahluk itu (babi dan anjing) begitu hina di hadapan manusia(muslim), contohnya wudlu kita akan menjadi batal hnya dengan menyentuh ke dua binatang tesebut,. .
Buat saudara Iman Nurjaman SP:
Bila anda sudi memahami ajaran Islam, saya yakin anda tidak akan berkomentar demikian, maka anda saya ajak untuk menyimak tulisan ringan tentang mahkluk tersebut.
Semoga hati pikiran dan jiwaq nada terbuka, dan Allah memberikan hidayahNya pada anda.
Islam tidak pernah mengajarkan membenci atau menghina babi dan anjing seperti yang saudara tuduhkan.
Ada satu hadits
Dari Abi Hurairah r.a. dari Rasulullah SAW berabda, “Telah diampuni seorang wanita pezina yang lewat di depan anjing yang menjulurkan lidahnya pada sebuah sumur. Dia berkata, “Anjing ini hampir mati kehausan”. Lalu dilepasnya sepatunya lalu diikatnya dengan kerudungnya lalu diberinya minum. Maka diampuni wanita itu karena memberi minum. (HR Bukhari)
Dari Abi Hurairah r.a. dari Nabi SAW bahwa ada seorang laki-laki berjalan kehausan lalu turun ke bawah sumur untuk minum. Tiba-tiba dia melihat seekor anjing menjukurkan lidahnya dan memakan tanah karena kehausan. Dia berkata, “Anjing ini telah mengalami apa yang aku alami”. Lalu dipenuhinya sepatunya dengan air dan dibawa dengan menggunakan mulutnya lalu memanjat sumur itu dan diberinya anjing itu minum. Maka Allah berterimakasih kepadanya diampunkan dosanya. Dalam riwayat lainnya: lalu dimasukkan ke dalam surga. (HR Bukhari).
Kami (umat Islam) memang harus mencuci terlebih dahulu (berwudhu), apalagi jika tersentuh/menyentuh kedua mahkluk tersebut, mengapa ???
karena hal itu sudah merupakan perintah Tuhan yang harus dilaksnakan.
Doa saya semoga anda mendapat pencerahan !!!
juliati 2:04 pm on 27 Mei 2009 Permalink
SaLaM…..
uRm…..
KaLaU La dLm INjiL mNgAtKn bAbI HaRaM………
kNpLaH oRg kRiSTiAn mAkAn jUgA BaBi tU…….?
Lune 6:14 pm on 17 Juli 2009 Permalink
sudah halal menurut perjanjian baru
Aiya 6:14 am on 1 Juni 2009 Permalink
Gw pnh tanya keteman nasrani knp dia makan babi, pdhl di injil dharamkan, dia bingung, dia malah tanya injil mana? Perjanjian kapan? Ketika aq bilang perjanjian lama dia malah bilang ga pnh tau, aneh
Lune 6:15 pm on 17 Juli 2009 Permalink
mungkin dia tidak membaca kitab suci agamanya sendiri
Coky 6:18 pm on 5 Juni 2009 Permalink
Di perjanjian baru…bukan yang masuk ke dalam mulut yang nazis,tapi yang keluar dari mulut…
jd babi n binatang lain bisa di makan,
Karena semua sudah di genapi…
Memang di perjanjian lama,binatang yang berkuku belah haram,tapi di perjanjian baru semua sdh di genapi dan boleh di makan…
Jadi kesimpulanya Babi=haram
Babi panggang=harum
mangkum 8:47 pm on 5 Juni 2009 Permalink
O gitu yah…
Thankyou… udah ngasih masukan..