Sebuah Titik Balik
Titik balik atau turning point adalah sebuah titik yang menjadikan kita berbalik arah dari asalnya monoton naik atau turun. Namun, titik balik biasanya dikonotasikan positif, yakni dari monoton turun berbalik menjadi naik. Hari Kamis lalu (5-Jun-08) merupakan sebuah titik balik bagi persepsi saya mengenai sistem ekonomi. Ini terjadi setelah saya mengikuti dua buah acara pada hari itu, yakni Indonesian Structured Procuct Forum 2008 dan Public Expose & Due Diligence Sukuk Subordinasi Bank Muamalat.
Acara yang pertama diadakan di Four Seasion Hotel dengan pembicara para pelaku industri pasar modal dunia, yakni dari Citi, JP Morgan, BNP Paribas, ABN Amro dan Bank-bank investasi lainnya. Semua pembicara adalah ekspatriat dengan bahasa Inggris yang di telinga saya terdengar tergesa-gesa. Forum itu dibagi dalam dua kelas, di mana satu kelas berisi salah satunya adalah dua sesi mengenai investasi syariah dengan pembicara dari Citi dan JP Morgan. Satu yang berkesan dalam presentasi Mr Alam, Head of Islamic Structuring JPM, adalah pernyataan mufti Taqi Usmani bahwa
85% of the Sukuks in the market may not be Shariah compliant as they violate the basic risksharing principle in Islamic finance
Prinsip syariah salah satunya adalah risk sharing. Di mana, dalam kesempatan training lain yang saya dapatkan, bahwa risk berasal dari bahasa Arab yakni rizq. Sehingga risk sharing adalah berbagi rizki, baik itu rizki bagus (good risk) ataupun rizki jelek (bad risk). Dan sukuk yang ada saat ini tidak menjalankan risk sharing.
Selain itu, saya juga tertarik dengan pembahasan islamic structured product, saya dikenalkan dengan dua istilah baru: wa’ad dan arbuun. Saat ini saya belum mengerti benar kedua istilah ini, insya Allah akan saya pelajari. Sebelum sesi terakhir, di sesi break, saya dan temen ngobrol2 sama Mr Alam dan ternyata subhanallaah hebat sekali dia. Ucapan pertamanya adalah Assalaamu’alaykum, kemudian berturkaran business card. Kita ngobrol2 bagaimana kondisi sistem ekonomi syariah saat ini di dunia dan prospeknya di Indonesia. Ngobrol sama dia membuat saya ingin memperkuat cita2 sebagai pakar pasar modal syariah.
Di siang hari di sesi break lunch, kita bertiga melaju ke acara Public Expose & Due Diligence Sukuk Subordinasi Bank Muamalat di Ritz Carlton Hotel di Pacific Place SCBD. Yang nulis research report untuk sukuk ini adalah boss saya sama temen saya Debt Research yang ikut Indonesian Structured Product Forum 2008. Sedangkan teman yang satu lagi dari Equity Research, dia baru saja merilis report mengenai Indonesian Syariah Banking. Yang lucu adalah pakaian Event Organizer dan musisinya pake busana muslim kepaksa. Baju ketat tapi pake kerudung. Kontras dengan kru Muamalat yang ada di acara itu.
Subhanallaah Bank Muamalat ternyata ga pelit. Makanannya banyak dan doorprizenya ada 3 orang yang beruntung umroh ke tanah suci. Giftnya juga banyak buku: 2 buku yang ditulis Dirutnya, 1 buku kecil pesan Sayyidina Ali, 1 buku kecil asmaul husna dan 1 buku kecil surat Yaasiin. Nah, yang membuat saya mencapai titik balik adalah ketika membaca sebuah buku yang ditulis oleh Dirut Bank Muamalat, yakni Satanic Finance. Dengan membaca buku itu semangat saya untuk menjadi pejuang ekonomi Islam semakin meningkat. Di mana ada ideu utama dalam buku itu adalah uang kertas, friction reserve dan interest. Apalagi sebelumnya, saya udah baca sebuah artikel mengenai sejarah The Fed (Bank Central US) dalam edisi terakhir majalah Eramuslim Digest. Kalau di buku Satanic Finance, sistem ekonomi kapitalis adalah bersumber dari syetan, namun dalam Eramuslim Digest, Yahudi-lah sebagai tertuduh Ekonomi ga adil sekarang ini.
Dua acara di satu hari itu membuat saya harus memutar badan dan menjadi garda depan mengawal sistem ekonomi yang manusiawi dan berkeadilan, yakni ekonomi Islam. Dengan posisi saya di salah satu perusahaan BUMN terkemuka di pasar modal, mudah2an pemikiran2 saya nanti mengenai Islamic Capital Market bisa diterima dengan lebih mudah oleh regulator. *Gaya banget euy, tapi itu cita2 saya*




Ferry Cahyadi Putra 2:13 pm on 12 Juni 2008 Permalink |
Terusin bro perjuangannya……..
Gw juga baru tahu kalo risk itu dari kata rizq, nice blog untuk dinikmati……..
masih sempat ya ngeblog, enak banget nt……
ipk4cumlaude 8:47 am on 13 Juni 2008 Permalink |
thx Fer.
Gw nulis di rumah, di kantor cuman publish ajah…