Dari buku Satanic Finance, saya mendapatkan pencerahan. Setiap hari kita disibukkan untuk mencari uang. Padahal uang yang Republik Indonesia keluarkan adalah selembar kertas yang tidak berharga. Rupiah saat ini ditransaksikan secara floating. Artinya nilainya diserahkan ke pasar. Juga Rupiah sekarang benar-benar hanya kertas tanpa ada back asset berupa emas. Nilainya adalah berupa kepercayaan terhadap Bank Sentral.

Inilah awal kekacauan ekonomi. Uang kertas yang nilai intrinsiknya jauuuuh lebih murah dibandingkan nilai nominalnya bisa dibikin seenak udel. Ya wajar dong, uang itu tanpa back asset emas. Akhirnya uang kertas melimpah ruah akan tetapi ekonomi real malah telah mencapai titik optimumnya. “BOOOOM” krismon 1997 terjadi. Orang-orang juga berjuang mencari uang menghabiskan waktu padahal nilai uang kertas itu semakin hari nilainya semakin turun. Semakin hari, orang berjuang semakin keras pula untuk mencari uang yang lebih banyak. Cape deh…!


ulan 11:24 am on 11 Juni 2008 Permalink |
kayak nya aku perlu beli buku ini deh