Yang namanya orang Islam seharusnya sudah hafal hadith ini: KEBERSIHAN adalah sebagian dari IMAN. Jikalau orang Islam menjalankan perintah nabi ini maka negara yang terbersih di dunia adalah negara Indonesia karena lebih dari 200 juta orang Islam bersemayam di negara kepulauan terbesar di dunia dan juga negara terindah kalau dilihat dari atas (peta).
Gimana bisa? Yeeeyyy…. ga percaya sih lo. Coba baca hadith itu sekali lagi. Perhatikan sekali lagi. Hayatilah… Nah iyakan, Indonesia berpotensi menjadi negara terbersih di dunia kan?
Kalau belum menangkap ideu hadith itu saya kasih clue deh. Bahwa dalam Islam, kebersihan bukan termasuk area moral. Kebersihan juga bukan termasuk dalam area akhlak. Tetapi kebersihan adalah termasuk dalam area faling fundamental dalam ajaran Islam, yakni KEIMANAN. Orang yang imannya cacat bisa jadi celaka di kampung akhirat. Kamu mau? Nah sekarang mengerti kan maksud saya…. Andaikan ideu hadith ini dimengerti kemudian dijalankan oleh orang Islam maka Indonesia bisa menjadi negara terbersih di dunia.
Kampanye yang saya ajukan tidak seperti kampanye iklan Indonesia Bisa! di tipi-tipi: memungut satu sampah. Saya kurang (atau sangat tidak) setuju dengan ideu itu, karena saya males banget harus mungut sampah orang lain ke tempat sampah. Masih OK kalau sampah yg mereka buang “bersih”. Kalau sampah itu kotor dan berpenyakit gimana? Kalau saya sih dibiarin aja. Lagian, kalau mungut sampah di jalan artinya saya sedang dalam perjalanan. Ogah banget kalau harus berkotor2 ria mungutin sampah orang lain, kemudian tangan saya jadi kotor dan tidak tahu harus dibersihin di mana. Tangan saya jadi ga bebas mau ngapa2in.
Makanya di sini saya ingin berkampanye SAYA STOP BUANG SAMPAH SEMBARANGAN. Setiap orang berhenti membuang sampah sembarangan atau celaka di kampung akhirat. Nah setelah saya memahami hadith ini, saya tidak pernah membuang sampah secara sengaja di sembarang tempat. Pernah, saya harus memegang sampah organik (kulit semangka) naik turun bis umum sampai menemukan tempat sampah. Pertama kalinya sih saya malu bawa-bawa kulit semangka di tangan, tapi ah dipikir2 pikiran orang lain itu udah banyak masalah, ngapain juga mikirin saya, GR banget. Makanya setiap kita menghasilkan sampah dan pengen ngebuang di mana aja, ingatlah hadith ini. Cobalah….
Catatan: kebersihan di sini juga tidak hanya kebersihan dalam arti sempit namun kebersihan hati. Juga bersih dari maksiat dan korupsi.


asep 10:24 am on 12 Juni 2008 Permalink |
Satuju ried, mulai dari diri sendiri!
Sampah2 yang bergelimpangan di jalanan+selokan pasti awalna cuman bungkus permen, gorengan, shampoo dll. Semua mikir ah, cuman bungkus kecil ini, akhirna berserakanlah.
heryazwan 1:26 pm on 13 Juni 2008 Permalink |
Minimal kita jangan pernah berpiki,”Ah biarin saja saya buang sampah di sini. Nanti kan ada petugas yang membersihkan. Toh, orang lain juga banyak yang buang di sini. Udah terlanjur kotor”.