Bagi orang yang hartanya berlimpah, biaya ngenet ga terlalu menjadi pikiran. Tapi buat orang kere, untuk mendapatkan kenikmatan internet mereka harus berpikir dulu. Berpikir di sini adalah membanding-bandingkan mana yang murah tapi meriah (slogan backpackers ini mah :D ).

OK deh, biar gampang, saya ngaku aja deh, orang kere itu adalah saya :D . Saya punya laptop yg udah ada bluetoothnya. Saya juga punya handphone SE Z530i yang udah ada Bluetoothnya, juga bisa dipakai sebagai modem. Nah sekarang kartu SIM yg mur-mer itu apa?

Setidaknya ada 3 operator besar: TSEL, EXCL sama ISAT. Berlangganan TSEL-Flash unlimited yang termurah adalah Rp125rebuan tapi dibatasi oleh kecepatan yg lambat (berarti kelambatan bukan kecepatan) selambat up to 256 kbps. Koneksinya sering putus. Selain itu, untuk mendapatkan fasilitas ini, kita harus mempunyai kartu HALO selain hybrid. Simpati dan AS, sorry to say, ga bisa.

Operator EXCL saya belum pernah nyoba, jadi ga bisa dibahas bagaimana kualitas koneksinya. Tapi kalau dari harga adalah Rp99rebu (belum termasuk pajak) untuk 250MB.

Nah, operator ISAT lebih siap untuk fitur broadband. Ada banyak pilihan paket produk yg mereka jual. Yang paling murah adalah Rp160rebu untuk kuota 750MB per bulan.

Tapi karena saya orang kere, harga paling murah yang ditawarkan 3 operator besar pun dengan cepat akan meringankan isi dompet saya. Lagian, kebutuhan saya bukan untuk downloading tapi buat browsing, chatting, email dan bloging aja. Untuk kebutuhan itu, kuota download/upload (?) cukup sekitar 300MB-500MB per bulan atau sekitar 10MB-17MB per hari. Dan juga, biaya yg saya keluarkan pengennya lebih kecil dari Rp50rebu, ada ga ya?

Setelah cari-cari, eh ternyata ada juga boss yg tarif per KBnya Rp0,1 pada 10MB pertama. Walah ini mah pas banget buat saya. Berarti 300MB hanya Rp30rebu. Wah wah cocok banget buat orang kere. Kartunya pake Axis. Baik ya? (Wah iklan euy :P ). Kecepatannya lebih cepat daripada koneksi GPRS make MATRIX dan jauh lebih jarang disconnected daripada TSEL-Flash.

Nah untuk memantau migrasi data baik Uplink maupun Download, tinggal install aja program free
ware untuk memantaunya. Kalau saya menginstal BitMeter. Dengan demikian, saya bisa memantau hari ini sudah mencapai 10MB belum? Hehehe….16x ga mau rugi dong, soalnya kalau lewat dari 10MB tarifnya naik 10 kali lifat menjadi Rp1/KB.

OK deh. Solusi sudah ditemukan, terima kasih udah membaca. Dan perlu diketahui pula, bahwa tulisan ini tidak disponsori oleh salah satu operator manapun (bilang aja Axis :P ). Dan sorry to say ya 3 operator besar, di tempat saya Kebonsirih Jakarta Pusat emang faktanya seperti itu.