*Serieus Mode ON*

Generasi yang kehilangan cita-citanya. Mungkin, mungkin sebagian besar dari penduduk nusantara ini termasuk dalam generasi ini. Geng Nero dan Geng Motor adalah dua contoh yang sangat baik mewakili generasi ini.

Apakah Anda pernah bertanya pada diri sendiri dua pertanyaan berikut:
- Untuk apa saya hidup?
- Apakah Tuhan mengirimkan misi pada saya untuk melakukan sesuatu?

Untuk apa saya hidup? Ini mah jawabannya gampang, untuk beribadah. Karena, Allah tidak menciptakan jin dan manusia selain untuk beribadah. Jadi jelas, orientasi hidup kita di dunia adalah untuk beribadah bukan untuk berbuat kerusakan (moral maupun materil) di muka bumi.

Apakah Tuhan mengirimkan misi pada saya yang harus saya selesaikan? Sebelum menjawab ini mari kita tanya lagi pada diri kita, Apakah Tuhan memberikan kemampuan khusus pada saya sehingga saya bisa memberikan manfaat bagi kehidupan? Nah mungkin inilah misi kita sesuai dengan kemampuan yang dianugerahkan kepada kita. Juga buat anak kita sebagai generasi penerus. Kalau kata Ayah Edy mah, “Mendidik Anak Kita Sesuai Dengan Keinginan Tuhan, Bukan Sesuai Dengan Keingginan Orang Tuanya”

Apa sih yang bisa saya berikan demi kemaslahatan umat? Untuk itu, kita harus menjadi yang terbaik pada bidang yang emang kita berbakat di dalamnya dan menyenangi bidang itu. Dengan demikian, kita bisa berkarya yang terbaik dan menyalurkan manfaat atas karya kita kepada banyak orang.

Apa bakat kita? Nah ini, kebanyakan anak sekolah dari TK bahkan sampai SMA tidak mengetahui bakatnya ada di mana? Sekolah belasan tahun belum tau diri sendiri. Sekolah harus tanggung jawab loh jika ada muridnya yg ga mengenali diri sendiri. Padahal tugas utama sekolah adalah mengenalkan pada diri sendiri baru memperkenalkan anak didiknya pada dunia dua dimensi: huruf dan angka. Makanya ga sedikit murid yg lulus SMA bingung mau ngambil kuliah jurusan apaan? Hati-hati yg jadi Bapak-Ibu guru, bagaimana nanti kalau di akhirat diminta pertanggungjawaban sama Allah, “Apa yang kalian lakukan terhadap anak didikmu?”. Jadi perlu diingat, bahwa yang paling penting dari sekolah itu adalah mengenali diri sendiri (Ma’rifatul Insan) sebelum memperkenalkan pelajaran yang memang kebanyakan hanya memanfaatkan otak kanan kiri, ini kata Dr Arif itu loh. Setelah tau bakat dan kesenangannya ada di mana maka itulah orientasi generasi tersebut.

Bapak-Ibu guru atau orang tua harus memelihara pertanyaan pada anaknya, “Apa cita-cita kamu?”. Ini bukan pertanyaan buat anak TK saja tapi untuk anak SMA juga. Kenapa? Biar mereka mencari tau apa sih cita-citanya sesuai dengan bakat dan kesenangannya. Sehingga mereka tidak kehilangan orientasi hidupnya. Hasilnya, saya yakni segala perilaku generasi tersebut akan mengalirkan mereka pada muara cita-citanya. Bukan melakukan aktivitas negatif yang membuat kerusakan di muka bumi. Setelah mereka tau cita-citanya, jadi jelas itulah misi yang mungkin harus mereka selesaikan ketika hidup di muka bumi ini.

Terakhir, biarkan saja yang The Lost cuman World aja deh. Tapi jangan biarkan generasi anak kita menjadi The Lost Generation.

*Serieus Mode OFF*
*Changcuter Mode ON*
*Racuuuuunnnn!*