Dilarang Malas!

Saya ga tau apakah ini puisi atau sekedar kata-kata bajik. Setuju ngga kalau kita anggap ini puisi? Ngga setuju juga, tetep saya golongkan puisi kok, mau ngapain lo… hehehe…16x. Beberapa kata “bombastis” dalam puisi ini dikutip dari nasihat2nya guru favorit saya waktu SMA, almarhum Pak Fatah Asyari, guru Matematika sekaligus motivator. Insya Allah akan saya posting orang paling berpengaruh di kehidupan saya ini. Puisi ini menjadi penyemangat saya ketika malas merengkuh jiwaku.

DILARANG MALAS!

Kemalasan adalah keinginan untuk terpuruk
Jatuh terjerembab ke lembah kehinaan yang terkutuk
Tak bisa lagi menatap langit dan mencengkeram angkasa
Tak bisa lagi menerbangkan segala cita-cita ke atap langit

Di kerak dunia bagai binatang melata yang terhina dan penuh dosa
Melawan hewan buas bertaring yang siap merongrong, menerjang dan memangsa

Di lumpur kenistaan hanya bisa merana tanpa asa
Merintih hanya untuk mendatangkan sedih
Menjerit hanya untuk memperkuat rasa sakit
Berteriak hanya untuk membuat kegaduhan

Di dasar keterpurukan hanya bisa merangkak dan meronta-ronta
Meratapi penyesalan yang tiada akhir