Hajatan akbar bloggers indonesia yg kedua ini telah dilaksanakan kemaren (22/11) di gedung BPPT Jalan MH Tamrin, Jakarta Pusat. Pesta blogger kali ini adalah kopdar akbar bloggers dari seluruh Indonesia yang pertama kali saya hadiri. Puaskah? To sum up, puas banget…!!! Rugi lo ga hadir…. :D

Pesta Blogger 2008

Pesta Blogger 2008

Tiket Rp50 rebu, Mahal?
Tiket masupnya hanya Rp50rebu. Kenapa hanya? Karena yang kita dapatkan di acara tersebut bernilai jauh lebih dr Rp50rebu. Peserta mendapatkan kaos Pesta Blogger 2008, pelindung leptop, makanan, snack, doorprize, diskusi hangat serta sajian biola dari musikus yg sekalian blogger pula, Maylaffaiza. Kok bisa? Ya… wajar aja, PB08 kali ini disponsori oleh banyak pihak. Malah aneh kalau peserta hanya dapet sedikit padahal jumlah sponsor sebanyak itu.

Saya datang ke sana sekitar pukul sembilanan pagi. Ternyata di jadwalnya acara dimulai pukul 10.00. Namun, acara baru dimulai pukul setengah sebelas. Hm… padahal disuruh dateng jam 9. *hiks* Tega sekali panitia padahal sebelumnya saya begadang baru tidur abis Shubuh. Begadang terpaksa saya lakukan demi sesuap air, segelas nasi, segentong tabungan, dan sehelai tiket ke Maroko.

Di aula BPPT tersebut tersedia hot pot (emang restoran?) telkom free juga. Saya ketemu blogger guru di labschool Rawamangun, Pak Wijaya. Di sana juga, saya ketemu Bu Enny, Narpen, Agoyyoga, bang Azwan dan bang Melvi. Juga ketemu seorang temen kantor, Yoga juga namanya. Selama acara, saya lebih banyak bergaul dg bang Azwan.

Diskusi Menarik
Acara ini dipandu oleh dua orang host yang menyegarkan. Mereka adalah Panji hole on the wall sama Johana Seperti biasa acara dimulai dg sambutan oleh Ketua Panitia (Ndoro Kakung) beserta ketiga menteri: Menbudpar, Menristek dan Menkominfo. Tapi yg datang hanya Menristek saja. Acara selanjutnya adalah diskusi dg bloggers keren yang dipandu Bapak Blogger Indonesia, Enda Nasution. Habis itu… makan-makan. Loh udah makan aja? Ya iya dong bow, laper eik. Saya sama bang Melvi makan di kantin yg hari itu kosong meskipun di dalam ruangan sedang diadakan disuksi cukup menarik dengan lima blogger asing: Mark Tafoya dari Amerika Serikat, Anthony Bianco dari Australia, Jeff Ooi dari Malaysia, Mike Aquino dari Filipina serta Mr. Brown dari Singapura. Tapi buatku, makanan lebih menarik.

Setelah shalat, saya jalan-jalan aja ke sana kemari. Dan, bertemu dengan Hangga, Pak Prasabri bersama rombongan Bloggor. Kita eh saya foto-foto sementara Pak Pasabri diinterview sama MetroTV. Beda kalau pejabat mah. Sementara Hangga mengajak lainnya menjadi bekgron ketika Pak Pasabri diwawancara. Tapi yg lain bermuka tipis… mentakacuhkan ajakan hangga… Hihihi…8x Hi Hangga….

Mang Kumlod Narsis

Mang Kumlod Narsis

Selain acara general, ada juga breakout session. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Saya mengikuti breakout session mengenai blogger dan tourism. Panelisnya adalah Anthony Bianco, Mike Aquino, Trinity “The Naked Traveler”, Nia Tanzil dan Mark Tafoya. Pada intinya tulisan bloggers sangat membantu dalam mengembangkan tourism. Karena apa? Karena tulisan bloggers lebih jujur dengan pengalaman pribadinya. Bisa dikatakan tidak ada kepentingan dalam tulisannya itu jadi bisa lebih dipercaya. Keberadaan blogger diharapkan bisa menjadi partner bagi pemerintah dalam hal ini Depbudpar yg sedang dan akan memproposikan Indonesia.

Ya menurutku ga bakal ada orang yg menyesal mengunjungi Indonesia, yang sangat indah baik di darat maupun di kedalaman laut. (Maaf OOT) Minggu (11/23) saya liat acara Archipelago di MetroTV. Kalau orang bule ditanya di mana tempat diving paling Anda sukai? Pasti para diver itu menjawab: Indonesia. Biota laut mana yang sangat indah dan menjadi gambar pavorit pemandangan laut? Para diver itu menjawab: 85% gambar biota laut terbaik adalah dari Indonesia. Bahkan dalam 1 jam bisa menemukan 300 spesies baru di laut Indonesia. Pas ditanya tanggapan kenapa orang Indonesia sendiri jarang yg diving? Orang bule itu menjawab, itu seperti orang yang punya Ferrari tapi ga pernah mengendarainya, padahal kami (bule) spent ribuan dollar hanya untuk diving di Indonesia.

Balik lagi ke topik. Masih di acara breakout session blog & tourism, seorang peserta PB’08 keturunan India yg ga tau dari negara apa memberikan tip bahwa untuk menuju kota tertentu, dia suka mencari informasi kota dari blog kota tersebut yang menggunakan English. Dari situ, dia melanjutkan, kita bisa berkomentar dan melanjutkan diskusi lebih lanjut mengenai kota itu. Wah hebat juga tip dia. Selain bisa nambah temen, bisa jadi kayak Travellers for Travellers dong: gratis makan dan akomodasi.

Diskusi Blog dan Tourism

Diskusi Blog dan Tourism

Kompasiana, Service Blog Beda
Saya sama Bang Azwan juga mengobrol sama salah satu wartawan senior Kompasiana, Pak Pepih Nugraha. Ketika saya tanya bagaimana pengembangan Kompas terhadap blog, apakah Kompas akan membuat sejenis blogdetik atau dagdigdug? Dia menjawab, TIDAK. Karena ketika menggunakan domain Kompas, maka contents blog di dalamnya masih terhubung dengan nama Kompas. Namun, Kompas meluncurkan diversifikasi service untuk blogger, yakni Kompasiana. Loh? Bukannya itu blog buat wartawan saja. Eh ternyata suprize, mulai hari kemaren (22/11), tepat di hari PB’08, Kompasiana dibuka untuk umum tidak hanya untuk wartawan saja. Jadi, kalau punya artikel Opini keren tapi ga diterima di Kompas Cetak, maka tetep bisa ditampilkan di Kompasiana.

Kemudian, saya bertamu pada booth Oxfame yang merupakan salah satu sponsor acara ini. Setelah tanya2 dan mengakses blog mereka di desktop yg mereka sediakan, saya diminta mengisi kuisioner. Namun, kalau boleh milih, saya ga mau ngisi itu kuisioner. Di dalamnya berisi pertanyaan tentang kemiskinan yang sampai saat ini tidak pernah menjadi perhatian saya. Bersyukur saya mengunjungi booth itu. Ini menonjok hati saya agar menjadi lembut dengan membantu orang-orang ga mampu. Coba jawab, “Seberapa besar pengaruh kemiskinan terhadap kehidupan Anda?”