Ini Green bukan Grand!

Green Canyon

Green Canyon, captured by Imansoe

Wah seru, indah tapi sayang, campur aduk deh perasaan saya setelah trip ke Green Canyon bareng ibackacpkerclub. Hm… ini trip resmi ibackpackerclub ke berapa ya? Mungkin yang ke-lima deh. Semua trip resminya selalu saya ikuti. Idenya adalah reunian Jelajah Asia Tenggara tahun lalu tapi terbuka bagi member lain. Dan waaah… setahun ga jumpa, ketemu lagi deh.

Jadi begini ceritanya sodara-sodari (hahaha kalimatnya udah “jadi” aja…). Green Canyon itu bukan di Amerika. Karena, yang di Amerika mah namanya Grand Canyon. Sebenernya, orang Amerika nyontek nama itu dari Green Canyon, dimirip-miripin gitu deh (ga kebalik?). Coba kalau yang ngemirip-miripin orang Malaysia, ngamuklah kita. Jadi inget slogan Pesta Blogger 2009: “One Spirit One Nation”, kata blogger Malaysia, kita memirip-miripkan slogan mereka (tolong jangan maki-maki blogger Malaysia yah, karena kita sama2 blogger!)

Duh tulisannya ga fokus, maaf.

Green Canyon katanya ditemukan oleh orang Perancis: Frank dan Astrid. Mereka bilang kalau GC mirip dengan GC yang di Colorado (bukan Colormang hihihi…). Nah sejak saat itu, konon katanya, objek yang bernama “Cukang Taneuh” itu lebih terkenal dengan sebutan Green Canyon.

Green Canyon adalah salah satu objek wisata di Kabupaten Ciamis Selatan. “Ciamis”, yang terjemahan katanya “Air Manis”, terkenal dengan orang-orangnya yang manis-manis. Asli loh, temenku yang dari Ciamis emang manis-manis (hahaha… seneng deh gw muji-muji gini).

Ga fokus lagi, maaf.

Pangandaran. Nah kalau pantai ini banyak orang yang sudah tau. Di sekitaran Pangandaran ini ada beberapa objek wisata lain, yakni Batu Hiu, Batu Karas dan Green Canyon. Pernah dulu waktu kecil saya berwisata ke Pantai ini. Yang spesial dari Pantai Pangandaran adalah, kita bisa melihat sunset dan sunrise. Jarang kan ada pantai kek gini? (Jarang ga sih?). Yang jarang sih, saya melihat moonset sama moonrise, pengen banget deh, ngiri sama Mba Ely di perkampuangan Jerman sana euy. Namun demikian, sama pantai yang sudah terkenal, seperti juga Pantai Kuta, saya ga terlalu tertarik. Saya lebih suka pantai yang masih sepi, seperti Ujung Genteng atau Sawarna (Sawarna belum pernah tapi katanya bagus). Tapi gatau deh sekarang udah rame apa belum. Udah banyak trip yang ke UG tuh.

Nah, yang paling menarik itu adalah trip ke Green Canyon-nya. Air sungainya tidak beriak tanda tak dalam tetapi tenang menghanyutkan. Warna sungainya, aduhai, hejo begitu. Gatau karena ganggang atau karena lumut. Entah lah… kalau mau tau mah tanya neng Wiki aja.

Nah lagi, saat yang tepat untuk berkunjung ke GC adalah saat musim panas. Dan saat ini adalah waktu yang sangat tepat. Debit airnya ga tinggi. Tapi ya tapi… ternyata baru nyadar kalau saat ini adalah musim liburan sekolah (ditandai dengan sepinya kantor karena pada ngambil cuti), objek wisata padat di mana-mana, termasuk di Bonbin Ragunan (objek wisata murmer bagi orang Jakarta). Selain wisatawan domestik, ada juga beberapa bule berkunjung ke sana. Mungkin kata bule Amerika, “Wah capek-capek ke sini, eh ga jauh beda sama Grand Canyon, ga seru ah!” hihihi… Dan mungkin, kita juga pas berkunjung ke Grand Canyon bilang dengan nada yang sana, “Ah mahal-mahal ke Amerika, ternyata Grand Canyon sama aja kek Green Canyon di Ciamis, ga seru ah!” (Ocon, 27 Juni 2009)

Dari titik penjemputan, kami naik perahu. Satu perahu untuk 5 orang, biayanya Rp75 rebu. Karena kami rombongan, jadi dibagi dalam empat perahu. Menikmati indahnya sungai Cijulang, tiada yang kami lakukan setelah bertasbih memuji ciptaan Allah, adalah narsis bo. Sayang… Mang Asep yang orang Ciamis yang jadi photograper kami, ga ikut, karena ada outing kantor.

Menuju titik terindah Green Canyon, satu batu memblok aliran sungai jadi mirip dam gitu. Perahu tak bisa lewat. Dari sana kami berenang pake pelampung. Dalem bo sungainya. D’oh mana saya belum mahir berenang *hiks*, harus berenang melawan arus. Tapi ya untungnya terlewati juga… Ke depannya, ada aliran sungai yang membelok karena tertahan batu besar. Jadinya, kami berenang lebih mudah mengikuti aliran balik itu.

Green Canyon Ibackers

Green Canyon Ibackers, captured by Imansoe's camera

Tebingnya indah, bergaris-garis, basah air bercucuran, banyak kepiting-kepiting kecil di dindingnya. Di sebuah batu, rombongan pada loncat. Saya pengen sih, tapi karena belum mahir renang dan menggigil kedinginan, ga jadi deh. Nah ini yang bikin sayang dan pengen balik lagi. Kalau ke sana lagi, pengen loncat ah.

Dari sana, kami terus menelusuri GC. Bagus euy. Setelah puas, kami pulang dengan mengikuti arus, mirip bodyboarding katanya. Wuiiih… Tapi sayang euy, kacamata saya yang disimpen di perahu rusak. Satu lensa lepas dari frame yang half-full. Tali yang menyangga lensa putus juga, jadi ah ga bisa dipake dan berburam ria sampe pulang ke Jakarta lagi.

Saya, Lia dan Anggi, bertiga pulang duluan ke Jakarta karena ada acara lain di hari minggu. Berangkat malam Sabtu, sampe Pangandaran Sabtu pagi. Siangnya ke Green Canyon dan Batu Karas. Malamnya langsung pulang lagi deh ke Jakarta membawa kesenangan tersendiri dan pegal-pegal bagi yang pegal serta setumpuk cucian.

Makasih ya mentemen ibackpackerclub!