Dua puluh 8 tahun yang lalu, di hari Jum’at 13 Rajab 1402, seorang Ibu dengan susah payah lebih dari setengah mati mengantarkan seorang bayi mungil beralih dari alam ruh ke alam dunia. Saat itu langit Bandung terlihat muram, karena tertutupi oleh abu selama berminggu-minggu. Abu yang disemburkan Gunung Galunggung itulah saat bayi lucu dambaan seluruh keluarga menambah database silsilah keluarga. Neneknya memberi nama bayi ini ga susah-susah, disamain aja dengan hari lahirnya yakni “Friday”. Tolong yang tau nama saya jangan publish di mari ya…! Onegai!

Setiap ibu kemungkinan besar ga bakal bisa melupakan hari di mana anak tercintanya hadir ke dunia. Juga, hari di mana dia mengalami penderitaan antara hidup dan mati mempertahankan jabang bayi agar selamat menghirup udara. Hm… I love you, Mom!

Haturnuhun jazakillaahu khairun jazaa, Mamah. Sekarang saya sudah besar, sudah dewasa, sudah bisa menentukan pilihan, sudah bisa diajak diskusi, dan kadang sudah bisa melawan pendapatmu, maaf kalau ga sengaja sempat menggoreskan luka di hatimu. Ah si Bapa karunya teu kabagean.. :P Hatur nuhun juga atuh nya Pak, atas bimbingannya. Sekarang saya udah bisa jalan-jalan, nulis blog, nulis di media masa yang bikin Bapa heboh banget membanggakannya ke temen-temennya dan setiap tamu yang datang ke rumah kalau tulisan anaknya pernah menyesaki sebuah halaman di sebuah media masa berskala Nasional. (Ingat, bukan di bagian kriminal ya…. hahaha…)

Selamat memperingati hari lahir buatku. Wish me all the best. (Hahaha… rekursif). Stop ah daripada kumat narsis saya tambah parah. :P