Merah Putih

Paint Ball

Paint Ball

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan, kami melakukan aktivitas yang memang sengaja dipilih untuk membangkitkan rasa empati atas perjuangan para pahlawan terutama yang anonim. Aktivitas yang kami lakukan kali ini adalah Paint Ball War dan Wisata Kota Tua Jakarta.

Paint Ball

Kami dibagi menjadi dua group, yakni merah dan putih. Dress code yang digunakan sesuai dengan warna group yang dipilih secara acak. No wonder, gw yg ‘red ranger’ dan Ajenk yang red freak malah tergabung dalam group putih. Ini mungkin menjadi salah satu faktor yang menyebabkan group putih kalah melawan group merah…. :P

Arena yang kami pilih untuk Paint ball adalah di Bumi Wiyata Depok. Skenario perang yg diterapkan adalah merebut benteng pertahanan lawan. Dengan merebut bendera atau hanya memegang benteng musuh, group tersebut dinyatakan sebagai pemenang. Ternyata… Susah bo. Bergerak dari satu titik persembunyian maju menuju benteng musuh susah banget. Musuh bisa nembak dari arah yg ga disangka-sangka.  Wajar sih karena strategi yg dipakai group kami adalah tanpa strategi… :P Mau menerapkan strategi bertahan di area musuh, sangat sulit dilakukan. Orang bertahan di area sendiri aja susah. Kalau nonton pelm, duh enak bgt ya, pemeran utama bisa dengan enak bergerak tanpa tertembak, dan menembak dengan bebas tanpa penghalang. Duh, suck banget sama pelm Ramboo. Aslinya mah, wah susah.

Pengalaman ini jadi menimbulkan empati terhadap para pahlawan yg perang beneran mempertaruhkan harta dan jiwa. Ya cacat mah udah jadi risiko dengan peluang kejadian yang besar. Bayangkan, mereka berperang dengan senjata bambu diruncingin melawan senjata penjajah berupa pestol & bedil.

Terima kasih para pahlawanku… kami akan isi kemerdekaan ini dengan berjoged dangdut.

Wisata Kota Tua Jakarta

Sunda Kelapa

Sunda Kelapa (kek si Loofy di One Peace :P )

Setelah itu, kami melanjutkan melongok kota tua yang menjadi saksi bisu kebiadaban Kumpeni Belanda, penjajah. Biar lebih eksotis, kami keliling kota tua Jakarta dengan menggunakan sepeda onthel boncengan. Duh maap ya Onta, gw selingkuh sama Onthel. Kami menyewa delapan sepeda karena kami rombongan berenambelas.

Objek pertama adalah Pelabuhan Sunda Kelapa. Dulu, ini dikuasai oleh kerajaan Pajajaran. Lalu direbut Fatahillah dan dirubah jadi Jayakarta. Lalu direbut Belanda dan dirubah jadi Batavia. Dan sampai sekarang tempat ini disebut Jakarta. Gitu kali sejarahnya kata guide sepeda onthel, kalo salah tolong benerin. CMIIW.

Habis itu genjot ke Museum Bahari. Si bapak guide sepede onthel dg semangat menerangkan sejarahnya tapi kita malah foto narsis, duh kasian si bapak euy…

Dari sana meluncur ke Jembatan Kota Intan. Sebelumnya, kami sholat maghrib dulu di masjid deket situ. Si bapak juga semangat nerangin sejarahnya dan kami masih tetep ga peduli. Hehehe… Kami lebih peduli berfoto… Generasi ancur… hahaha…

Sebelum kembali ke museum Fatahillaah, kami lewat ke toko merah. Lagi-lagi si bapak nerangin sejarahnya dari atas sepeda. Namun kali ini banyak yg mendengarkan kecuali saya sendiri… :P

Alhamdulillah, makasih Rikeu n friend, dan semua mentemen… Seru sekali nih memperingati hari merdeka tahun ini. Nextnya ngapain lagi nih kita?

(Gambar menyusul yah…)