Nasyid Kocak
Sejak jadi mahasiswa di Buitenzorg Universiteit van Landbow, gw gabung group nasyid dadakan. Maklum mahasiswa baru suka disuruh-suruh menampilkan kreativitas di depan kakak kelas dan seniornya. Group nasyidnya: saya, Mang Izal, Mang Yudis, Mang Firman dan Mang Didik. Gw ya mudah ditebak menjadi suara bass. Tingkat dua, jadi panitia ospek, tampil lagi di depan adik-adik kelas angkatan 38 (note that gw angkatan 37). Kita menampilkan beberapa nasyid, diantaranya Snada yang menyambut Ramadhan, Suara Persaudaraan, Raihan dan lain-lain.
Nah yang kocak itu pas acara Malam Keakraban, yakni acara mengakrabkan diri antara junior dan senior setelah acara ospek. Biasanya diadakan di daerah Puncak. Tanpa diduga, panitia Makrab mengharuskan setiap angkatan menampilkan kreativitasnya. Kita udah tingkat tiga, jadi ga kepikiran macem gituan.
Angkatan baru, nyanyi lagu POP bersama-sama seluruh angkatan. Jadi macem paduan suara gitu. Kurang greget buat saya…
Angkatan di bawah gw, 38, lumayan lebih kreatif, bisa dibilang paling kreatif lah. Mereka sempet bikin film hantu di ruang kuliah dan toilet departemen. Hahaha… kocak banget ini film, terhibur. Setelah ini giliran angkatanku, 37. Harus yang beda!
Sejak angkatan baru tampil, kita diskusi mau nampilin apa. Di belakang, diskusi, mikir, cari-cari ide. Saya juga mikir dong. Otak kanan diaktifkan. Eh nemu bo… ya karena dari dulu suka nasyid jadi ga jauh-jauh nemunya nampilin nasyid. Tapi bukan sembarang nasyid… hehehe… Teringat idenya Mang Izal beberapa waktu silam di kosan, nasyid yang di-pick adalah Raihan berjudul Kita Sama. Ini dia liriknya:
Raihan – Kita Sama
Miskin kaya susah senang
ada di mana – mana
Orang desa orang kota
kita semua samaBiar rambut sama hitam
tapi hati kita berbeza
Walau muda walau tua
yang beda hanyalah takwaTiada ada diantara kita
yang kekal selamanya
semua yang kita nikmati
hanyalah sementaraYang cantik akan pudar
yang muda akan tua
harta – harta akan ditinggalkan
yang dibawa hanyalah amalanWalau didunia kita senang
tetapi di akhirat belum tentu
didunia ini tempat ini tempat beramal
untuk selamat di akhirat
didunia ini tempat ini tempat beramal
untuk selamat di akhirat
Kita semua satu angkatan yang dateng ke acara itu, berbelasan orang naik ke pentas. Saya dan Mang Izal megang mic. Yang lain yang ga hafal liriknya ngikutin di belakang sambil “joged”. Nasyid Raihan ini sebenernya biasa aja sama seperti nasyid lain. Tapi, gesture kita agak beda. Ketika nyebut “miskin”, nunjuk ke audience, dan ketika nyebut “kaya” nunjuk ke diri sendiri. Begitu juga ketika nyebut yang jelek-jelek: “susah, desa, tua, pudar” nunjuknya ke audience semua. Tapi kalau yang bagus-bagus nunjuk ke kita sendiri… hahaha…
Rektor, Wakil Rektor dan Ketua Departemen yang hadir jadi audience pun merasa terafirmasi dan ketawa terpingkal-pingkal. Adik2 kelas dan senior gw juga pada ketawa. Gw yang lagi nyanyi melihat mereka ketawa jadi ga kuat pengen ketawa juga. Mesem-mesem sambil nyanyi deh jadinya. Ampun deh. Sukses lah. Gatau deh kita menang sebagai angkatan terkreatif ga tuh? Keknya menang angkatan 38 deh.



pembawacerita 7:06 am on 11 September 2009 Permalink |
coba saia rektornya, wuih tak suruh nyanyi sambil merangkak tu grup nasyid. wakakaka…[becandadotkom]